Apa Kata Rossi soal Motornya Kalah Kencang dari Vinales?

Foto: Dan Istitene/Getty Images)

Misano, Aceh Bisnis - Valentino Rossi lagi-lagi harus menerima kenyataan bahwa dirinya tak bisa meraih podium saat balapan digelar di kampung halamannya, San Marino, Italia.

Pada seri ke-13 ini, pebalap berusia 40 tahun itu kembali harus puas finish ke-4 setelah sebelumnya juga menorehkan hasil yang sama pada dua balapan sebelumnya.

Padahal performa Yamaha di San Marino tak buruk. Empat dari lima pebalap di posisi lima besar mengendarai YZR-M1. Fabio Quartararo menyelesaikan balapan di tempat kedua, sedangkan rekan setim Rossi, Maverick Vinales di posisi ketiga.

"Saya sudah berusaha maksimal untuk bisa berdiri podium tapi motor tak bisa dipacu lebih cepat lagi. Apalagi bisa menang di depan fans sendiri rasanya luar biasa. Tapi balapan ini sudah sesuai dengan perkiraan kami karena terlihat dari sepanjang latihan dan pada akhirnya saya harus finish keempat," ujar Rossi dikutip situs MotoGP, Senin (16/9/2019).

"Tiga pebalap di depan lebih cepat. Jarak dengan mereka juga cukup jauh maka dari itu kami perlu bekerja keras agar bisa kompetitif di balapan berikutnya," ungkap Rossi.

Diungkapkan Rossi pada Autosport, sepanjang musim ini ia dan tim mengalami kesulitan terutama pada bagian ban belakang jika dibandingkan dua pebalap Yamaha lain Quartararo dan Vinales.

"Usai liburan musim panas kami mencoba memodifikasi keseimbangan dari motor dan hasilnya sedikit lebih baik daripada paruh pertama. Tapi itu belum cukup karena saya lebih baik saat mengerem namun kalah di akselerasi," jelas Rossi lagi.

Meski begitu, Rossi masih mengambil hal positif dari beberapa balapan terakhir karena Yamaha sudah mulai pulih sedikit demi sedikit.

"Yamaha pada akhir pekan ini cukup kompetitif dan pabrikan lain justru terlihat tengah mengalami masalah. Vinales dan Quartararo lebih cepat sedangkan saya juga Morbidelli justru masih mengalami sedikit masalah terlebih saat keluar tikungan. Mungkin kami lebih tingg, tapi mungkin juga tidak kami tak tahu pasti. Yang jelas kami harus mencari solusinya," pungkasnya.

Komentar

Loading...