AS Diam-Diam Salip Arab Saudi Jadi Raja Minyak Dunia

Foto: Ilustrasi: Fasilitas minyak terlihat di Danau Maracaibo di Cabimas, Venezuela, 29 Januari 2019. REUTERS / Isaac Urrutia

Jakarta, Aceh Bisnis - Diam-diam, Amerika Serikat (AS) berkejaran dengan Arab Saudi sebagai 'Raja Minyak' dunia, alias eksportir minyak nomor satu di dunia.

"Booming dari shale oil di AS membuat negara ini menempel ketat posisi Arab Saudi sebagai eksportir minyak nomor satu dunia," demikian bunyi laporan terbaru International Energy Agency (IEA) seperti dilansir dari CNBC International, Kamis (12/9/2019).

IEA melaporkan, pada Juni lalu, secara mengejutkan AS mengalahkan Arab Saudi. Ekspor minyak mentah AS pada bulan tersebut menembus di atas 3 juta barel/hari. Bila digabungkan dengan ekspor produk olahan minyak mentah, maka AS mengekspor hampir 9 juta barel/hari.

Pada bulan tersebut, Arab Saudi tengah memangkas produksi dan ekspor minyak mentah serta produk hasil olahan minyak mentah di kilang-kilang miliknya.

Namun pada Juli dan Agustus, posisi eksportir minyak nomor satu dunia kembali dipegang oleh Arab Saudi, setelah badai menerpa AS.

Di bawah kepemimpinan Donald Trump, AS disebut tengah mengejar dominasinya di sektor energi dunia. Apa alasan Trump ingin dominan di sektor energi? Agar AS bisa menciptakan energi yang terjangkau harganya, dan ekonomi AS tidak terganggu oleh pergerakan harga energi dunia.

Dalam 10 tahun terakhir, AS sudah meningkatkan produksi minyaknya dua kali lipat menjadi 12,3 juta barel per hari. Ini menjadikan AS sebagai negara produsen minyak terbesar di dunia.

Komentar

Loading...