5 Penambang Emas Ilegal Ditangkap di Beutong Nagan Raya

Ilustrasi ditangkap.(Foto:liputan6.com)

Nagan Raya, Aceh Bisnis - Sat Reskrim Polres Nagan Raya menangkap lima penambang emas ilegal di kawasan Gampong Panton Bayam, Kecamatan Beutong, Nagan Raya, Rabu (11/9/2019) dinihari sekira pukul 02.00 WIB.

Kelima penambang itu yakni HJ (50) selaku pemilik modal dan beko, warga Kecamatan Beutong, IS (22) selaku operator asbuk, warga Kecamatan Beutong dan IN (27) selaku operator beko yang merupakan warga Kecamatan Lhok Sukon, Nagan Raya.

"Dua pelaku lain yakni MR (48), warga Kecamatan Manee, Pidie serta HS (21) selaku operator asbuk, warga Kecamatan Seunagan Timur, Nagan Raya selaku operator alat berat jenis beko," ujar Kapolres Nagan Raya, AKBP Giyarto melalui Kasat Reskrim, AKP Mahliadi, Kamis (12/9/2019).

Dijelaskan, penangkapan ini dilakukan setelah polisi memperoleh informasi dari masyarakat tentang adanya kegiatan ilegal di lokasi itu. Petugas pun langsung menuju ke lokasi dan menghentikan kegiatan tersebut.

"Saat kita tiba di lokasi terlihat memang mereka sedang beraktivitas, saat diperiksa tidak ada izin apapun sehingga kita amankan," kata mantan Kasat Reskrim Polres Pidie ini.

Dalam kasus ini, polisi mengamankan dua unit alat berat jenis ekskavator (beko) merek Hitachi, lima lembar ambal penyaring serta dua botol yang berisikan serbuk emas murni seberat lebih kurang 22 gram.

"Kelima pelaku beserta barang bukti masih diamankan di Mapolres Nagan Raya untuk diproses lebih lanjut," ungkap AKP Mahliadi.

Puluhan Potong Kayu Ilegal Diamankan

Polisi amankan kayu ilegal Foto: istimewa

Sementara itu, pihaknya juga telah mengamankan dua pelaku penebangan kayu secara ilegal. Keduanya ditangkap di kawasan gampong yang sama tak lama berselang setelah tim menghentikan kegiatan penambangan emas liar.

"Pelaku yang diamankan berinisial AR (27) dan MS (43), warga Nagan Raya. Keduanya ditangkap saat membawa sebuah mobil yang bermuatan kayu tanpa izin resmi," kata Kasat.

Penangkapan ini pun dilakukan atas informasi yang diperoleh dari masyarakat. Saat itu, mobil melintas dan diberhentikan oleh petugas. Saat ditanyakan izin resmi, keduanya tak dapat menunjukkan surat izin yang dimaksud sehingga diamankan petugas.

"Kita amankan sebuah mobil Taft warna hitam bermuatan 28 potong kayu Damar dan 20 potong lagi Meranti. Saat ini pelaku masih diamankan di Mapolres," katanya lagi.

"Kedua pelaku diduga melanggar Pasal 12 huruf (e) Jo Pasal 83 ayat (1) Huruf (b) UU RI Nomor 18 Tahun 2013 tentang Pencegahan dan Pemberantasan Kerusakan Hutan," tambah Kasat.()

Komentar

Loading...