12 Gadis Belia Hamil Bersamaan di Satu SMP, Ada Temuan 100 Kondom Terjual dalam Sebulan

TribunnewsIlustrasi, tidak ada hubungan dengan isi berita

Gadis belia di satu sekolah hamil massal.

Sebanyak 12 siswi SMP hamil bersamaan dan berada di dalam sekolah yang sama.

Peristiwa ini sangat memprihatinkan dan patut menjadi perhatian banyak pihak.

Sebuah LSM menemukan fakta mencengangkan lainnya.

Hasil survei di apotek dekat kampus dan kosan, setiap bulan 100 kondom laku terjual.

Hal mengejutkan terjadi di salah satu sekolah menengah di Lampung.

Ditemukan 12 siswi di satu sekolah yang sama dalam kondisi hamil.

Melansir dari Tribun Lampung, temuan Perkumpulan Keluarga Berencana Indonesia (PKBI) Lampung ini cukup mencengangkan.

Hal ini berkaitan dengan adanya pergaulan bebas yang terjadi pada anak muda masa kini.

Pergaulan bebas ini cukup riskan, terutama di lingkungan anak sekolah, kampus, maupun anak kos.

Direktur PKBI Lampung Dwi Hafsah Handayani menyampaikan dirinya pernah melakukan survei ke apotek di sekitaran kampus dan kosan.

Hasil survei yang dilakukannya pun mendapati temuan ternyata barang yang paling laris dibeli adalah kondom dan testpack atau alat tes kehamilan.

Bahkan Hafsah mengatakan, tak tanggung-tanggung 100 kondom terjual dalam satu bulan.

Menurutnya, hal ini jelas sangat memprihatikan.

Bahkan diakuinya, ada kejadian satu sekolah menengah pertama di Lampung sebanyak 12 anak didik hamil.

Siswi yang ditemukan hamil itu pun terjadi merata di kelas VII, VIII, dan IX.

"Sekolah bilang bersih, tapi dicek di guru BK, ternyata ada muridnya yang hamil," kata Hafsah, seperti dikutip dari Tribun Lampung.

"Siswi SMP ada 12 yang hamil di satu sekolah. Itu ada di salah satu kabupaten di Lampung," terangnya.

Tak hanya terjadi pada siswi SMP saja, kejadian anak sekolah yang ditemukan hamil juga terjadi pada siswi SMA di Lampung.

kehamilan di luar nikah pada kalangan pelajar ini terjadi merata di banyak sekolah.

Baik di sekolah di Kota Bandar Lampung maupun di daerah kabupaten.

"Hampir di setiap sekolah ada persoalan kehamilan di luar nikah tadi. Bahkan beberapa kasus terjadi di SMP," ujar Koordinator Pencegahan HIV PKBI Lampung, Rachmat Cahya Aji.

Dari penatauannya, ia pun menceritakan pernah ada temuan kasus serupa yang menimpa 10 siswi SMA.

Dalam satu tahun, ada sepuluh kasus kehamilan yang tak diinginkan terjadi di satu sekolah yang sama.

"Ada sekolah yang dalam lima tahun terakhir tidak ada kasus kehamilan yang tidak diinginkan. Kasus 10 siswi SMA hamil itu terjadi pada 2016, itu terjadi di satu SMA," ungkapnya.

Umumnya, para pelajar ini hamil dengan pacarnya, yang rata-rata juga masih sama-sama usia pelajar atau mahasiswa.

Kasus ini pun cukup membuat miris karena banyaknya temuan pelajar yang hamil di luar nikah.

Terlebih lagi bila para siswi tersebut adalah korban dari perbuatan orang dewasa.

Kasus kekerasan terhadap anak, termasuk hamil di usia anak ini dikatakan terus meningkat setiap tahunnya.

Menurut Aji, semua hal ini berkaitan erat dengan kurangnya pengawasan orangtua pada anak.

Kondisi rumah atau hubungan orangtua dan anak yang tak nyaman akan membuat anak mencari kenyamanan lain di luar rumah.

Pada akhirnya bisa membuat mereka terjerumus ke hal-hal negatif seperti seks bebas.

Hal ini sesungguhnya bisa dicegah dengan adanya edukasi dini pada para pelajar ini mengenai kesehatan reproduksi.

Hafsah menerangkan, bahwa pada dasarnya sekolah memegang peranan penting untuk melakukan edukasi tersebut kepada siswanya agar mencegah adanya pergaulan bebas.

Aji menambahkan, pengetahuan pelajar tentang kesehatan reproduksi memang masih minim. Hal ini dikarenakan pendidikan seks masih dianggap tabu.

"Sehingga banyak remaja tidak mengetahui akibat dari perilaku seks yang berisiko, yang mengakibatkan kehamilan yang tidak diinginkan," ujarnya.

Untuk itu, pihak PKBI pun telah menyelenggarakan adanya program konseling kesehatan reproduksi.

Program ini tidak hanya memberikan buku, tetapi juga mengajari guru cara mentransfer isi buku tersebut kepada siswanya.

Program ini pun telah dijalankan di beberapa sekolah di Bandar Lampung sejak Agustus lalu.

Dihamili duda

Duda di Surabaya tersebut ditangkap polisi saat sedang berduaan dan berhubungan intim dengan kekasihnya, yang masih siswi SMP, di kamar kos.

Saat itu, mereka sedang merayakan first anniversary.

Siswi SMP itu pun diketahui sudah hamil dua bulan.

Duda di Surabaya itu adalah CA (26), warga Asemrowo, Surabaya.

Sedangkan kekasihnya adalah RR.

CA dan RR ketahuan berhubungan intim untuk merayakan first anniversary di rumah kos Jalan Kedung Anyar, Surabaya.

Kanit PPA Polrestabes Surabaya AKP Ruth Yeni mengatakan, awalnya kedua pasangan tidak resmi itu ditangkap oleh polisi saat menggelar razia.

Kemudian, di dalam kamar tersebut, terdapat remaja yang masih berusia 15 tahun.

"Tersangka sudah sepuluh kali melancarkan nafsu bejatnya, hingga korban hamil," ujarnya.

CA duda sejak 2015 tahun itu menghamili RR.

Hubungan mereka sudah terjalin 1,5 tahun.

Berdasarkan pengakuannya, CA mengatakan selama ini tidak mengetahui bahwa korban masih duduk di bangku SMP.

"Bilang sama saya SMK," katanya saat rilis kasus di Polrestabes Surabaya, Kamis (29/8/2019).

Selama ini, CA hanya bermodalkan rayuan manis untuk mendapatkan kesucian kekasihnya itu, serta mengaku sayang.

"Saya bilang mau tanggung jawab," bebernya.

Saat mengetahui pacarnya itu hamil, CA mengaku memang siap bertanggungjawab.

Namun, bentuk pertanggungjawaban itu masih menunggu hingga usia kandungan RR beranjak tiga bulan.

Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, tersangka dijerat dengan pasal 81 UU RI NO. 35 TH 2014 tentang perlindungan anak dengan ancaman hukuman lima tahun, maksimal 15 tahun penjara.()

Komentar

Loading...