Gerakkan Ekonomi di Sektor Pertanian, Pemkab Abdya Sosialisasikan Qanun Irigasi

Sosialisasikan Qanun Irigasi. (Foto: AcehBisnis/Yusnizar)

Blangpidie, Aceh Bisnis - Pemerintah Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya) mengelar kegiatan sosialisasi Qanun Aceh Nomor 12 Tahun 2017 tentang irigasi di Aula Arena Hotel Blangpidie, Rabu (11/9/2019).

Asisten II Sekdakab Abdya, Salman Alfarizi mengatakan, sektor pertanian sangat strategis dalam menggerakkan perekonomian Kabupaten tersebut, tapi sektor tersebut tidak terlepas dari cakupan air.

“Irigasi mempunyai peran yang sangat penting sebagai salah satu pendukung keberhasilan sektor pertanian di Abdya,”kata Salman saat mewakili Bupati Akmal Ibrahim di Abdya.

Menurut dia, perubahan tujuan pembangunan pertanian dari meningkatkan produksi untuk swasembada beras menjadi melestarikan ketahanan pangan, meningkatkan pendapatan petani dan meningkatkan kesempatan kerja di pedesaan, sehingga menuntut adanya penyesuaian arah dan langkah kerja kegiatan pembangunan keirigasian.

Disamping itu, tambah dia, dengan adanya pergeseran nilai air dari sumber milik bersama yang melimpah dan dapat dikonsumsi tanpa biaya, menjadi sumber daya ekonomi, terjadinya kerawanan ketersediaan air, adanya persaingan pemanfaatan air antara irigasi dengan penggunaan oleh sektor-sektor lain dan alih fungsi lahan beririgasi.

“Sehingga persoalan-persoalan tersebut memerlukan adanya kebijakan pembangunan dan pengelolaan irigasi yang efektif, sehingga keberlanjutan sistem irigasi dan hak-hak atas air bagi semua pengguna dapat terjamin,”ujarnya.

Dengan berbagai alasan tersebut, sebut Salman, Pemerintah Aceh pada akhir tahun 2017 lalu telah menerbitkan Qanun Aceh Nomor 12 tahun 2017 tentang irigasi. “Kita sangat mengharapkan melalui qanun ini dapat memecahkan masalah-masalah yang dihadapi selama ini dalam mengelola irigasi, disamping itu juga diharapkan dapat melaksanakan kegiatan keirigasian yang lebih efektif dan efisien,”papar dia.

“Untuk itu, dalam qanun tersebut telah diatur tentang kelembagaan pengelolaan irigasi, tugas dan tanggung jawab pengembangan dan pengelolaan irigasi, pengelolaan air irigasi, partisipasi masyarakat petani, pemberdayaan keujruen blang, pengelolaan asset irigasi, alih fungsi lahan beririgasi dan ketentuan pidana bagi yang melanggar larangan-larangan dalam pengelolaan irigasi,”jelasnya.

Dikatakannya, sosialisasi ini hendaknya tidak berhenti hanya di sini saja, melainkan harus dilakukan secara terus menerus, dan yang lebih penting lagi harus dilaksanakan dalam bentuk perbuatan nyata baik selaku individu maupun secara kelembagaan.

“Selanjutnya, dengan menjalankan isi qanun tersebut ke dalam bentuk perbuatan nyata itulah yang paling sah disebut sebagai kegiatan sosialisasi yang berkomitmen,”pungkasnya.()

Komentar

Loading...