Pasien Rehab Narkoba di Banda Aceh Ditemukan Gantung Diri

Banda Aceh, AcehBisnis - Seorang pria yang merupakan pasien rawat penyalahgunaan narkoba ditemukan gantung diri di Rumoh Geutanyo Yayasan Yakita Aceh yang berada di Gampong Lamteumen Timur, Kecamatan Jaya Baru, Banda Aceh, Kamis (5/9/2019) siang sekira pukul 12.00 WIB.

Korban diketahui bernama Edi (45), warga Kecamatan Beutong, Nagan Raya. Korban ditemukan tergantung menggunakan sarung di tralis pengaman kamar rawatnya.

Kapolresta Banda Aceh, Kombes Pol Trisno Riyanto melalui Kapolsek Jaya Baru, AKP Nelmayenti mengatakan, korban awalnya ditemukan oleh petugas setempat saat akan memberikan makan siang.

"Saat itu pintu kamar diketuk namun tidak ada jawaban, kemudian saat dibuka petugas melihat korban tergantung sarung di tralis pengaman di kamar mandi," ujarnya saat dikonfirmasi.

Hal ini pun diberitakan ke pengurus yayasan lain yang kemudian diteruskan ke pihak kepolisian. Jasad korban pun akhirnya dibawa ke Rumah Sakit Umum Daerah Zainoel Abidin (RSUDZA) Banda Aceh untuk divisum.

"Informasi dari saksi, korban tidak ada tanda apa-apa namun dijelaskan korban sebelumnya pernah dirawat di RSU Cut Nyak Dhien Meulaboh akibat menggunakan ganja sehingga terganggu jiwa. Belum ditemukan tanda-tanda kekerasan pada korban," ungkapnya.

Saat ini, jenazah korban masih di RSUDZA Banda Aceh. Petugas pun masih menunggu pihak keluarga korban untuk menjemput jenazah yang nantinya akan dibawa pulang ke kampung halamannya di Nagan Raya.

"Barang bukti yang diamankan berupa selembar kain sarung dan handuk kecil," tambah Kapolsek Jaya Baru, AKP Nelmayenti.

Informasi lain yang diperoleh, korban sangat depresi karena ditinggal oleh anak dan istrinya, sehingga dengan beban yang berat itulah korban sudah tidak bisa mengontrol diri lagi.

Sebelumnya, korban sempat melakukan percobaan bunuh diri dengan meneguk cairan anti nyamuk, namun digagalkan pihak yayasan dengan meminumkan susu ke korban. Korban pun mulai sehat dan beraktifitas kembali sebelumnya.

Saat dikonfirmasi, Kapolsek mengatakan pihaknya belum mengetahui pasti dan belum mendapatkan informasi akan hal itu.

"Kalau itu kita belum dapat info yang jelas korban memang diantar keluarga ke tempat rehab supaya bisa berhenti. Jenazah masih di RSUDZA, menunggu keluarga untuk menjemput," tutupnya.

Komentar

Loading...