Iuran BPJS Kesehatan Naik, Biaya Berobat Lebih Besar dari Angsuran Bulanan

Kenaikan tarif iuran BPJS Kesehatan menuai kontroversi (Foto: Pradita Utama)

Jakarta, Aceh Bisnis - Iuran BPJS Kesehatan telah ditetapkan bakal naik per 1 Januari 2020. Menteri Kesehatan RI, Nila F Moeloek mengatakan agar masyarakat bisa mengerti dengan kenaikan iuran karena tujuannya semata-mata untuk hal yang baik.

"Yang sehat membantu yang sakit. Itu yang betul-betul kita harus me-manage-nya dengan baik. Ada yang sudah berobat, lalu tidak mau melanjutkan (bayar premi), itu juga yang harus diberi pengertian," katanya saat dijumpai detikHealth, Selasa (3/9/2010).

Menkes juga menyayangkan masih banyak masyarakat yang hanya membayar iuran BPJS Kesehatan ketika sakit dan tidak melanjutkan saat sudah sembuh. Padahal premi yang ia bayarkan tersebut bisa membantu penduduk sakit lainnya.

"Artinya kalau dihitung, dulu Rp 23 ribu misal berempat artinya Rp 100 ribu per bulan tapi kan itu kita ter-cover. Kalau kita sakit, lebih dari itu. Saya yakin biayanya lebih dari itu sehingga kita bisa tertolong," tambahnya.

Pemerintah mengusulkan iuran untuk kelas I menjadi Rp 160 ribu, kelas II Rp 110 ribu dan kelas III menjadi Rp 42 ribu per bulan per jiwa. Sedangkan PBI pusat dan daerah dari Rp 23 ribu menjadi Rp 42 ribu.

Ditemui detikcom pada kesempatan berbeda, Wakil Wakil Menteri Keuangan Mardiasmo mengatakan tujuan penyesuaian yakni untuk menutup defisit keuangan BPJS Kesehatan yang diproyeksi hingga akhir tahun ini sebesar Rp 32,84 triliun.

"Tapi nunggu Perpres dulu ya. Kita menutup defisit dengan cara menyesuaikan iuran," jelas Mardiasmo.

Komentar

Loading...