Proyek 7 in 1 Senilai 553 Miliar Diresmikan

Wapres Jusuf Kalla meresmikan proyek 7 in 1 senilai 553 miliar di Unsyiah, Banda Aceh.(Foto: Aceh Bisnis )

Banda Aceh, Aceh Bisnis - Wakil Presiden RI, Jusuf Kalla meresmikan tiga Fakultas Proyek 7 in 1 di Universitas Syiah Kuala, Senin (2/9/2019). Proyek senilai Rp 553 Miliar itu didanai oleh Saudi Fund Development (SFD).

Tiga fakultas tersebut adalah Fakultas Matematika Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA), Fakultas Kedokteran Hewan (FKH), dan Fakultas Kelautan Perikanan (FKP).

Dalam kesempatan itu, Wapres beserta rombongan memantau bangunan yang sudah sejak 2 tahun lalu itu dibangun. Karena sebagian gedung itu, sudah digunakan untuk proses perkuliahan.

Wapres Jusuf Kalla mengharapkan dengan kehadiran bangunan fakultas ini Universitas Syiah Kuala mampu bersaing dengan Universitas lainnya yang ada di Tanah Air.

“Saya menekankan agar Unsyiah terus berinovasi, harus siap mengahadapi zaman yang serba mengandalkan tekhnologi,”ujar Jusuf Kalla di AAC Dayan Dawood, Darussalam, Banda Aceh.

Untuk itu, kata dia, Universitas bukan hanya untuk melahirkan ilmuwan saja. Tetapi, bisa membawa perubahan dalam struktur masyarakat dan memperbaiki kehidupan sosial hingga merumuskan cara agar rakyat bisa makmur.

“Jika museum melihat ke belakang, Universitas harus melihat ke depan. Kenapa berbicara ke depan, yaitu bicara tujuan yaitu berbangsa hingga mencapai kemakmuran rakyat,” ujar Wapres RI.

Sementara itu, Rektor Universitas Syiah Kuala (Unsyiah), Prof Samsul Rizal mengatakan, gedung yang disresmikan itu sudah digunakan, dan 100 persen akan selesai pada bulan September ini.

Selama ini, kata dia, pihaknya terus melakukan inovasi dan pengembangan. Karena Unsyiah sudah memiliki dua Pusat Unggulan Iptek (PUI), yaitu Atsiry Research Center (ARC) yang fokus pada riset tentang nilam dan Tsunami Disaster Mitigation Research Center (TDMRC) yang fokus pada mitigasi bencana.

Selain itu, jelas dia, perguruan tinggi yang dipimpinnya tersebut memiliki peluang untuk berkembang dan menaikkan peringkat di masa mendatang. “Salah satu upaya mengembangkan dan mengangkat reputasi Unsyiah melalui penguatan kapasitas program studi,”ujarnya.

Apalagi, tambah dia, Unsyiah masuk ke dalam delapan perguruan tinggi terbaik di Indonesia versi Webometrics, nomor tujuh versi Scimago Institutions Rangkings, dan peringkat 14 secara nasional menurut Science and Technology Index (Sinta) Kemenristekdikti.

Selanjutnya menurut Kemenristekdikti, peringkat umum Unsyiah saat ini masih berada di ranking ke-23 di antara perguruan tinggi lainnya secara nasional.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut, Menteri ATR, Sofyan Djalil, Plt Gubernur Aceh, Nova Iriansyah dan pejabat di jajaran di pemerintah Aceh.()

Komentar

Loading...