Pemkab Abdya Peringati Hardikda

Wabup Muslizar MT Melakukan Foto Bersama Dengan Kadis Pendidikan dan Kebudayaan Abdya Jauhari. (Foto AcehBisnis / Yusnizar)

Blangpidie, Aceh Bisnis - Pemerintah Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya) melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, Senin (2/9/2019) memperingati Hari Pendidikan Daerah (Hardikda). Kegiatan dimaksud berlangsung di Lapangan Upacara Kantor Bupati setempat.

Bertindak selaku Inspektur Upacara adalah Wabup Muslizar MT. Sementara peserta upacara terdiri dari para PNS, guru, Satpol PP dan ratusan pelajar terdekat di Kecamatan Blangpidie.

Wabup Muslizar MT pada kesempatan itu membacakan sambutan Plt Gubernur Aceh Nova Iriansyah. Menurutnya, Pendidikan Aceh yang diperingati setiap tahun tentu bukan hanya sekedar seremoni yang diwarnai dengan upacara belaka. Lebih dari itu, hari pendidikan ini harusnya menjadi momentum untuk mengevaluasi diri, sejauh mana pencapaian pendidikan yang diaih selama ini.

"Melalui momentum Hari Pendidikan Aceh ini, kita perkuat tekad untuk dapat melahirkan generasi muda Aceh yang cakap, religius, kreatif, inovatif, inventif, pekerja keras, berdaya saing tinggi, serta memiliki karakter keacehan yang kental,"sebutnya.

Dikatakan, generasi muda yang berkualitas, Insya Allah akan mampu membawa perubahan menuju Aceh Hebat di masa mendatang. Mengingat pentingnya pembangunan sektor pendidikan untuk membangun Aceh, maka Pemerintah Aceh menempatkan pendidikan sebagai salah satu prioritas pembangunan dalam RPJMA 2017-2022.

Prioritas dimaksud melalui Program “Aceh Carong" Pemerintah Aceh bertekad untuk mewujudkan generasi Aceh yang mampu bersaing dan mengukir prestasi di tingkat nasional dan regional yang dicapai melalui pendidikan yang berkualitas. Program ini bisa terwujud jika seluruh elemen masyarakat mendukung sepenuhnya terutama para pemangku jabatan yang berwenang untuk dapat menjalankan tugasnya dengan sebaik mungkin dan saling bersinergi dengan lembaga terkait khususnya dalam membangun Pendidikan di Aceh.

Oleh karena itu, untuk mendukung program tersebut, Pemerintah Aceh tidak hanya mengalokasikan anggaran pendidikan sekitar 20 persen dari APBA, tapi juga diperkuat pula dengan dukungan dari Dana Otonomi Khusus Aceh (DOKA).

"Kita patut bersyukur bahwa ikhtiar yang telah kita jalankan selama dua tahun lebih ini mulai menunjukkan hasil yang menggembirakan, dimana Pendidikan Aceh telah menampakkan geliatnya di tingkat nasional,"katanya.

Geliat dimaksud kata Wabup Muslizar adalah pada tahun 2018, sejumlah Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) Aceh meraih predikat terbaik pertama pada 6 kategori, prestasi ini merupakan hasil yang sangat membanggakan karena pada lomba GTK berprestasi tingkat nasional, Aceh berhasil masuk 3 besar dari 34 Provinsi di Indonesia.

Kemudian pada tahun yang sama, guru dan tenaga kependidikan di bawah Kementerian Agama Aceh juga berhasil meraih juara umum dalam Anugerah Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) tingkat nasional Tahun 2018.

Sementara itu hasil Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) juga menorehkan prestasi yang sangat memuaskan. "Alhamdulillah Aceh di tahun ini berhasil menempati 5 besar dari 34 Provinsi di Indonesia dari sisi jumlah pelajar yang diterima di perguruan tinggi melalui jalur seleksi SNMPTN. Bahkan, hampir di semua PTN terbaik di Indonesia ada pelajar dari Aceh, demikian juga pada tahun 2018 yang lalu,"demikian Wabup Abdya.()

Komentar

Loading...