BPOM Aceh Sita Kosmetik Ilegal Senilai Rp 326 Juta

Banda Aceh, Aceh Bisnis - Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) Aceh menyita 926 jenis kosmetik ilegal atau tanpa izin edar yang diduga mengandung zat berbahaya.

Kepala BPOM Aceh, Zulkifli, mengatakan kosmetik dari berbagai merek itu disita saat aksi operasi pasar bersama tim gabungan dari Kepolisian, Satpol PP dan BPOM selama Januari hingga Agustus 2019.

Penertiban dilakukan di enam kabupaten kota di Aceh, mulai dari Kota Banda Aceh, Lhokseumawe, Langsa, Kabupaten Aceh Besar, Aceh Utara, dan Bireuen.

"Aksi penertiban pasar dari kosmetik dan dan bahan berbahaya itu kita lakukan di enam kabupaten kota di Aceh. Hasil pemeriksaan kita dari Januari sampai Juli, serta operasi pasar Agustus," ujar Zulkifli, Senin (02/09/19) di Banda Aceh.

Adapun nilai ekonomi dari 10.586 pieces kosmetik tanpa ijin edar yang disita BPOM yakni mencapai Rp 326 juta.

Zulkifli mengatakan Barang-barang yang berasal dari luar Indonesia ini diperkirakan masuk ke Aceh dengan cara diselundupkan melalui pelabuhan tikus. Namun besar kemungkinan juga ada yang menggunakan jasa pengiriman barang.

Kepada pemilik kosmetik ilegal BPOM telah memberikan pembinaan serta membuat pernyataan tidak akan mengedarkan lagi kosmetik yang diduga mengandung zat berbahaya.

Jikapun nanti pedagang masih melanggar pernyataan yang telah dibuat, maka akan dikenakan sanksi.

"Tentunya akan kita pantau dan perkembangannya seperti apa, tentunya sanksi bisa administrasi atau bisa pula sanksi pidana," ujar Zulkifli

Zulkifli meminta kepada masyarakat agar lebih berhati-hati dan teliti dalam memilih produk kosmetik yang digunakan. Terutama membeli produk kecantikan yang dijual secara online.

"Kalau mau membeli kosmetik secara online, harus ditanyakan terlebih dahulu, apakah punya izin edar atau tidak. Suratnya nanti bisa dicek di aplikasi BPOM," pungkasnya.

Komentar

Loading...