Virgin Galactic Buka ‘Gerbang’ Wisata ke Luar Angkasa

Foto: (dok Virgin Galactic)

New Mexico - Pelan namun pasti. Virgin Galactic terus berupaya membuka rute layanan penerbangan dari Bumi ke antariksa. Kali ini, perusahaan tersebut membuka fasilitas untuk penumpang yang ingin wisata luar angkasa.

Fasilitas yang dinamakan Gateway to Space itu berada di Spaceport America, New Mexico, Amerika Serikat. Bandara tersebut sebelumnya sepi, tapi sekarang disulap jadi tempat untuk penerbangan komersil ke luar angkasa.

"Kami adalah perusahaan pertama yang (membuka) penerangan komersial ke luar angkasa bersama orang di belakang yang bukan pilot - pertama kali orang itu bisa keluar dari kursi mereka dan melayang di sekitar kabin," ucap CEO Virgin Galactic George Whitesides dikutip dari Voice of America, Jumat (16/8/2019).

"Jadi, sebelum itu terjadi. Kita masih punya banyak pekerjaan yang harus dilakukan sebelum kita mendapatkan (membuka) layanan komersial," sambungnya.

Foto: Virgin Galactic

Fasilitas Gateway to Space ini memiliki ruang kontrol, area persiapan untuk pilot dan penumpang yang akan ke luar angkasa, hingga ruang tunggu.

Whitesides menyebutkan saat ini pihaknya akan memindahkan staf perusahaan yang mencapai 60 personel ke New Mexico untuk mengoperasikan layanan rute penerbangan ke luar angkasa.

"Ini kabar baik bagi negara dan kabar baik untuk kesiapan operasional kita," sebutnya.

Foto: Virgin Galactic

Richard Branson selaku pemilik dari Virgin Galactic bersama mantan Gubernur New Mexico Bill Richardson berupaya membuka bandara antariksa. Cita-cita tersebut baru terwujud 15 tahun kemudian saat ini.

Proses itu tak lain karena fokus perusahaan yang lebih mengarah kepada pengembangan pesawat hingga insiden gagalnya uji coba penerbangan pesawat antariksa Virgin Galactic pada akhir 2014. Tragedi itu hingga menewaskan pilot SpaceShipTwo.

Adapun Virgin Galactic menawarkan penerbangan 90 menit ke atas atmosfer dengan kisaran harga sekitar USD 200-USD 250 ribu atau kurang lebih Rp 2,8 miliar hingga Rp 3,4 miliar.

Tapi kabar baiknya, beberapa analis percaya bahwa perjalanan menuju luar Bumi lambat naun akan menjadi wisata yang jauh lebih murah.

"Price point-nya tinggi, tapi itu sama saja seperti pengadopsi awal lainnya, itu (biaya perjalanan ke luar angkasa --red) akan turun," ujar Ann Kim, Managing Director of Frontier Tech di Silicon Valley Bank.

Komentar

Loading...