Menkominfo Nilai Banda Aceh Layak Jadi Smart City

Foto: Acehbisnis.com

Banda Aceh, Aceh Bisnis - Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Republik Indonesia, Rudiantara mengatakan, Kota Banda Aceh sudah layak dan mempunyai kapasitas untuk menerapkan program smart city.

“Saya nilai Banda Aceh layak dan punya kapasitas untuk menerapkan program smart city atau kota pintar,”kata Rudiantara disela-sela penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) kerja sama dengan Ketua Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII) Jamalul Izza.

Penandatangan nota kesepahaman bersama yang berlangsung di Balaikota Banda Aceh tersebut disaksikan langsung oleh Menkominfo, Rudiantara. Kerja sama itu dalam upaya pemanfaatan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) guna menunjang implementasi program smart city di Banda Aceh.

“Pemerintah jangan hanya menganggarkan APBD untuk membeli komputer. Tapi, bagaimana memanfaatkan layanan teknologi untuk melayani masyarakat dengan baik. Karena melayani masyarakat dengan baik itu namanya smart city,”ungka dia.

Untuk itu, Ia berharap kerja sama tersebut bisa segera ditindaklanjuti dengan Memorandum of Action (MoA). “Ini juga untuk mendukung Banda Aceh yang sudah masuk ke dalam Gerakan Menuju 100 Smart City Indonesia, dan tentu tidak mudah untuk masuk 100 besar,”paparnya.

Sebelumnya, kata dia, pihaknya sudah meneliti 514 kabupaten/kota mana yang berpotensi terapkan program smart city. “Salah satu syaratnya yakni kemampuan ruang fiskal, APBD dikurangi biaya rutin atau biaya yang bisa dimanfaatkan untuk pembangunan. Terus kotanya sustainable atau tidak,”sebutnya.

Menkominfo juga mengharapkan pemerintah daerah untuk berkerjasama dengan pihak ketiga dalam bangun infrastruktur TIK. “Saya mendorong Pak Wali untuk menerbitkan Perwal yang mengatur semua kabel utilitas harus di bawah tanah. Dengan begitu, kotanya semakin indah dan aspek pemeliharaan juga lebih mudah,”terangnya.

Infrastruktur tersebut menjadi pondasi smart city. “Selanjutnya mengenai aplikasi, studi tiru dengan yang telah ada di daerah lain, lalu sesuaikan dengan kebutuhan daerah,”sebut dia.

Ia juga mendorong pemanfaatan TIK di segala sektor pembangunan. “Misalnya di sektor kesehatan, sediakan internet di setiap puskesmas sehingga data semua pasien terinput. Jadi saat hendak berobat, masyarakat tidak ditanya lagi soal administrasi tapi langsung ke keluhan pasien. Begitu juga di sekolah-sekolah dan kantor pemerintah. Dengan program smart city, pelayanan kepada masyarakat harus lebih baik,”pesannya.

Sementara itu, Wali Kota Banda Aceh, Aminullah Usman mengharapkan, melalui kerjasama tersebut agar dapat mengnyinergikan program pihaknya dalam mewujudkan Banda Aceh sebagai kota pintar yang berkesinambungan.

“Kami sangat mengharapkan peran APJII sebagai kolaborator antara kami dengan mitra APJII yang kami yakin sangat berkompeten di bidangnya,”kata Aminullah dalam kesempatan tersebut.

Misalkan terkait infrastruktur, kata dia, pengembangan dan peningkatan kapasitas SDM serta sektor lainnya. “Dengan hal tersebut kami harapkan agar kami yang di Aceh ini akan sama infrastruktur dan kualitas SDM-nya dengan saudara-saudara kami yang ada di Pulau Jawa,”ujar Aminullah.

Pada kesempatan itu, Wali Kota juga memohon kepada Menkominfo untuk membantu pembangunan Gedung Network Operating Center  yang representatif di Banda Aceh.

“Gedung tersebut akan menjadi tempat untuk mengawasi, mengendalikan, serta mencatat aktivitas jaringan yang sedang berlangsung. serta untuk memastikan semua layanan berjalan semestinya dan data-data antar SKPK dapat dimanfaatkan secara bersama dalam mendukung kami untuk mengambil keputusan yang cepat dan tepat,”pintanya.()

Komentar

Loading...