Dua Penganiaya Orangutan di Subulussalam Dikenakan Sanksi Sosial

Orangutan.(Foto:Istimewa)

Banda Aceh, Aceh Bisnis - BKSDA Aceh hari ini menerima Berita Acara Kesepakatan Musyawarah Diversi dari pihak Dit Reskrimsus Polda Aceh tentang Penanganan Kasus Penganiayaan Orangutan Sumatera yang diberi nama Hope, di kawasan Gampong Bunga Tanjung, Kecamatan Sultan Daulat, Subulussalam beberapa waktu lalu.

Kepala BKSDA Aceh, Sapto Aji Prabowo mengatakan, pihaknya telah melaporkan kasus ini ke polisi yang melibatkan dua pelaku yakni AIS (17), pelajar kelas 1 SMK dan SS (16), pelajar kelas 3 SMP. Kedua pelaku merupakan warga setempat.

Upaya diversi di tingkat penyidik ini dilakukan atas dugaan tindak pidana Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistemnya, sebagaimana dimaksud dalam Pasal 21 ayat (2) huruf a Jo Pasal 40 ayat (2) UU RI Nomor 5 Tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistemnya.

"Adapun hasil diversi di tingkat penyidik yang disepakati bersama dengan Instansi terkait yaitu BAPAS (Balai Pemasyarakatan) Aceh Singkil dan Dinas Sosial (PEKSOS) di ruang rapat Polsek Sultan Daulat, Polres Aceh Singkil yaitu berupa angsi sosial," ujarnya Senin (28/7/2019).

Sapto menjelaskan, sanksi sosial yang harus dipenuhi kedua remaja tersebut berupa wajib azan beserta salat Magrib dan Isya di masjid gampong setempat selama sebulan yang diawasi oleh PK. BAPAS dan aparat gampong.

"Bila sanksi tersebut (nomor 1) dilanggar, maka akan diulangi lagi dari awal. Kemudian keduanya diwajibkan membersihkan masjid atau mushalla gampong setempat serta mengakui perbuatannya serta meminta maaf kepada pihak terkait.

Sapto berharap, kputusan ini dapat memberi efek jera bagi pihak-pihak yang ingin melakukan tindak kejahatan tumbuhan satwa liar (TSL) dan penyartahuan kepada seluruh masyarakat.

Seperti diketahui, kasus penganiayaan Hope terjadi pada 10 Maret 2019 lalu. Penyiksaan terhadap rangutan sumatera ini mengakibatkan satu bayi orangutan jantan Hope yang berusia satu bulan mati. Sementara, Hope mengalami luka parah dengan 74 butir peluru senapan angin bersarang di tubuhnya.

Hingga kini, Hope masih berada di Pusat Karantina Orangutan di Sibolangit, Sumatera Utara dengan kondisi kedua mata yang buta. Proses penyembuhan terus dilakukan termasuk kondisi psikologisnya.()

Komentar

Loading...