Cuaca Membaik, Tangkapan Ikan Capai 250 Ton Per Hari

ilustrasi: Nelayan mengangkut ikan di Pelabuhan Samudera Lampulo, Banda Aceh, Kamis (3/1/2019). Kementrian Kelautan dan Perikanan (KKP) menyatakan komsumsi ikan perkapita penduduk Indonesia diperkirakan meningkat pada tahun 2019 sebanyak 50 kg dibanding dua tahun terakhir 43 kg. (Antara Aceh/Zahlul Akbar)

Aceh Timur, Aceh Bisnis - Hasil tangkapan para nelayan yang dibongkar di Pelabuhan Perikanan Nusantara (PPN) Idi, Kabupaten Aceh Timur, mencapai 250 ton per hari, menyusul membaiknya cuaca dalam beberapa pekan terakhir di perairan Selat Malaka.

Nelayan di PPN Idi, Budirman, Sabtu mengatakan, tangkapan nelayan melimpah sejak dua pekan terakhir, sehingga berdampak terhadap turun harga ikan rata-rata 30 sampai 50 persen setiap jenis ikan.

"Ikan tongkol jenis tuna biasanya dijual Rp22.000 per kilogram. Tapi saat ini turun ke angka Rp17.000 per kilogram hingga Rp11.000 per kilogram," kata Budiman.

Begitu juga dengan ikan jenis dencis juga mengalami penurunan harga dari Rp25.000 per kilogram turun menjadi Rp15000 per kilogram.

"Sudah menjadi kebiasaan di saat hasil tangkapan melimpah, maka harganya akan turun. Kondisi ini akibat tidak mampu ditampung para agen di PPN Idi," tutur Budiman.

Sementara para nelayan terpaksa menjual ikan dengan harga murah, karena tidak memiliki penampung yang cukup untuk disimpan. "Dari pada busuk, lebih baik nelayan menjual dengan harga murah," kata Salim, salah seorang anak buah kapal (ABK).

Kepala Dinas Perikanan Aceh Timur, T. Syawaluddin, dikonfirmasi terpisah mengakui hasil tangkapan ikan dalam beberapa pekan melimpah, terutama jenis ikan tongkol dan dencis. "Disaat tangkapan melimpah maka harganya juga turun, sebab penampung ikan di PPN Idi, tidak memiliki alat penyimpanan dengan kapasitas diatas 100 ton ikan," katanya.

Oleh karena itu, T. Syawaluddin mengharapkan Pemerintah Aceh dan pemerintah pusat untuk membantu pengadaan tempat penyimpanan ikan dengan kapasitas di atas 500 ton.

"Hasil tangkapan ikan kita kerap melimpah di saat cuaca membaik, tapi karena tempat penyimpanan ikan tidak ada, maka nelayan kita saat pulang melaut akan menjual ikan dengan harga yang murah, karena ancamannya busuk disaat tidak dijual murah," tandas T. Syawaluddin.

Komentar

Loading...