Peringati Hari Mangrove Sedunia, LSM Lingkungan Hidup Gelar Pekan Mangrove

Lomba Masak, salah satu kegiatan Pekan Mangrove

Langsa, Aceh Bisnis – Dalam rangka memperingati Hari Mangrove Sedunia yang jatuh pada tanggal 26 Juli 2019, LSM Lingkungan Hidup menggelar Pekan Mangrove yang bertajuk “Uten Bangka Wajeb Ta Jaga, Supaya Donya Jeuh Teuka Bala” bertempat di desa Sungai Lueng, Jum’at (26/7/2019) pagi.

Ketua Balai Syura Inong Aceh Ani Darliana mengatakan, Pekan Mangrove yang dilaksanakan selama tiga hari kedepan menyajikan berbagai kegiatan diantaranya, stand pameran, seminar internasional,lomba foto, lomba melukis, lomba pembuatan vlog, lomba memasak, debat panglima laot, lomba boat, dan penanaman.

“Insya Allah hari minggu nanti akan kita umumkan para pemenang lomba”, katanya.

Pekan Mangrove ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat agar pohon mangrove dapat terus dilestarikan.

Sementara itu, Camat Langsa Timur Hendri Sunandar menyebutkan, saat ini Pemerintah Kota Langsa sedang mempromosikan dan mengalakkan kegiatan yang bersifat eko wisata, salah satunya wisata hutan mangrove yang sudah masuk dalam nominasi Ajang Pesona Indonesia (API).

Dengan luas hutan mangrove di Langsa mencapai 8 ribu hektar dan memiliki 38 jenjs mangrove. Pihaknya menyampaikan apreisasi dan penghargaan kepada penyelenggara yang telah bersinergi untuk mempromosikan hutan mangrove.

Dikatakan Hendri, ada banyak mafaat mangrove bagi kehidupan manusia, diantaranya untuk menjaga garis pantai agar tetap stabil, melindungi dari bencana alam, sebagai tempat perlindungan perkembagbiakan burung dan satwa, menjadi sumber makanan untuk hewan dan pengembangan terumbu karang, serta menjaga kualitas air.

“Saya berharap agar Geuchik Sungai Lueng dapat terus meningkatkan perhatiannya untuk kelestarian hutan mangrove, karena Gampong Sungai Lueng memiliki hutan mangrove,”demikian Hendri.

Kegiatan ini terselenggara atas kerjasama LSM Lingkuangan Hidup yang terdiri dari Forum DAS Krueng Peusangan, Pemko Langsa, Shared Resources, Joint Solution (SRJS), WWF Aceh, Bale Jurong, dan Balai Syura Inong Aceh.()

Komentar

Loading...