21 Rumah Sakit di Aceh Turun Kelas, Ini Kata Ombudsman

Ombudsman RI Provinsi Aceh. (twitter)

Banda Aceh, AcehBisnis - Terkait turunnya kelas terhadap 21 rumah sakit di Aceh, hal tersebut merupakan konsekuensi dari penerapan optimal Pasal 13 Permenkes Nomor 56 Tahun 2015 tentang Klasifikasi dan Perizinan Rumah Sakit.

Dalam ketentuan itu ditegaskan, penetapan klasifikasi rumah sakit didasarkan pada 4 indikasi yaitu pelayanan, sumber daya manusia, peralatan serta bangunan/prasarana. Hal ini dikatakan Kepala Ombudsman RI Perwakilan Aceh, Taqwaddin Husin, Senin (22/7/2019).

"Mengacu pada ketentuan itu, hemat kami tentulah saat ini ada yang kurang terpenuhi dari keempat indikator tersebut sehingga mengakibatkan hasil review Kemenkes direkomendasikan menjadi turun kelas," ujarnya.

Bisa jadi, sambung Taqwaddin, waktu diberikan predikat status yang lalu, penerapan ketentuan tersebut belum optimal dan diharapkan dalam lima tahun ini semua indikator di atas harus lebih ditingkatkan dan dioptimalkan.

"Misalnya jumlah dan kualitas SDM yang masih kurang memadai. Minimnya dokter spesialis, misalnya, menjadi salah satu item terkait indikator itu. Belum lagi kualitas pelayanan, kelengkapan prasarana dan peralatan yang masih belum selengkap yang diharapkan," lanjutnya.

Terhadap hal tersebut, Ombudsman RI Aceh juga menyarankan kepada para pengelola rumah sakit yang turun kelas tersebut agar sesegera mungkin berbenah melengkapi semua tolok ukur yang sesuai dengan Permenkes.

Ombudsman Aceh berharap agar pihak rumah sakit lebih mengoptimalkan kualitas pelayanan, kecukupan rasio SDM dokter spesialis serta paramedis lainnya, kelengkapan infrastruktur, serta peralatan. Hal ini menurutnya penting, agar kualitas pelayanan semakin ditingkatkan meskipun Rumah Sakit turun kelas.

"Jangan sampai terjadi gara-gara penurunan kelas pihak rumah sakit membatasi jenis pelayanan atau menurunkan kualitas layanan," katanya lagi.

"Adanya warning dari Kemenkes terkait rekomendasi turun kelas ini, menurut kami harus disikapi dengan positif untuk melakukan upaya korektif, rehabilitatif dan konstruktif. Tidak perlu kecewa berlebihan terhadap penurunan kelas ini, masih ada waktu dan kesempatan untuk melakukan perbaikan," jelasnya.

Namun pun demikian, Ombudsman RI Aceh prihatin atas banyaknya rumah sakit di Aceh yang direkomendasikan turun kelas. Ini mengindikasi masih lemahnya kinerja tata kelola rumah sakit yang good governanve.

"Kami menyarankan agar pengelolaan rumah sakit dikelola secara lebih baik dan diserahkan kepada ahlinya dan dilepaskan dari urusan-urusan politik," tutup Taqwaddin.

Seperti diberitakan di sejumlah media massa sebelumnya, sebanyak 21 rumah sakit di Aceh mengalami penurunan kelas atau tepatnya direkomendasikan penyesuaian kelas oleh Kementerian Kesehatan Republik Indonesia melalui Dirjen Pelayanan Kesehatan.

Berikut daftar rumah sakit yang turun kelas:

1. RSUD Simeulue (dari C ke D)
2. RSUD Aceh Singkil (dari C ke D)
3. RSUD Yulidin Away Aceh Selatan (dari B ke C)
4. RSU Nurul Husanah Kutacane Aceh Tenggara (dari C ke D)
5. RSU Pertamina Rantau Aceh Tamiang (dari D ke D*)
6. RSUD Zubir Mahmud Aceh Timur (dari C ke D)
7. RSUD Alaidin Said Maulana Abdul Aceh Timur (dari C ke D)
8. RSU Graha Bunda Aceh Timur (dari C ke D)
9. RSUD Fandika Aceh Tengah (dari D ke D*)
10. RSUD Cut Nyak Dhien Meulaboh Aceh Barat (dari B ke C)
11. RSU Montella Meulaboh (dari D ke D*)
12. RSU Harapan Sehat (dari D ke D*)
13. RSUD Mufid Pidie (dari D ke D*)
14. RSU Citra Husada (dari D ke D*)
15. RSUD dr Fauziah Bireuen (dari B ke C)
16. RSU Bunda Kota Lhokseumawe (dari C ke D)
17. RSU PMI Cabang Aceh Utara (dari C ke D)
18. RSUD Sultan Iskandar Muda Nagan Raya (dari C ke D)
19. RSU Tk II Iskandar Muda Banda Aceh (dari B ke C)
20. RS Jiwa Banda Aceh (dari A ke B),
21. RS Bhayangkara Banda Aceh (dari C ke D) (hfz/ded)

Komentar

Loading...