Kasus Penyalahgunaan Narkoba Meningkat di Banda Aceh

Ilustrasi sabu(Shutterstock)

Banda Aceh, AcehBisnis - Sejak Januari hingga akhir Juli 2019 ini, Sat Resnarkoba Polresta Banda Aceh menangani sebanyak 151 kasus penyalahgunaan narkoba. Kasus ini terdiri dari 139 kasus penyalahgunaan narkoba jenis sabu dan 12 kasus penyalahgunaan narkoba jenis ganja.

Hal ini dikatakan Kapolresta Banda Aceh, Kombes Pol Trisno Riyanto melalui Kasat Resnarkoba, AKP Budi Nasuha Waruwu saat ditemui di Mapolresta Banda Aceh, Senin (22/7/2019) sore.

"Angka ini meningkat dibandingkan dengan periode Januari hingga Juli tahun 2018 kemarin yang jumlahnya hanya 120-an kasus," ujar mantan Kasat Reskrim Polres Lhokseumawe ini.

Budi mengungkapkan, dari ratusan kasus yang ditangani tersebut, pihaknya mengamankan 218 orang tersangka dari berbagai kalangan profesi yang terbagi dari 197 orang tersangka penyalahgunaan sabu dan 21 orang tersangka penyalahgunaan ganja dengan barang bukti total 1.542,56 gram (1,5 kilogram) sabu serta 1,1 ton ganja.

"Hingga kini seluruh barang bukti masih diamankan di Mapolresta Banda Aceh dan menunggu status penyitaan dari kejaksaan untuk nantinya dimusnahkan," katanya.

Bahkan, sambungnya, tiga orang tersangka diantaranya merupakan anggota Polri yang hingga kini masih diproses hukum, dimana dua orang sudah tahap persidangan dan seorang lainnya masih dalam penanganan lanjut.

"Seluruh tersangka didominasi usia produktif antara 18 hingga 45 tahun. Dari seluruh kasus yang kita tangani, 50 persennya sudah masuk ke jaksa dan ada yang sudah dalam proses persidangan, sisanya masih dalam penyidikan," katanya lagi.

Dalam mengungkap dan menangani kasus penyalahgunaan narkoba di kota Banda Aceh, pihaknya menyatakan tidak akan tebang pilih dan semua pihak atau oknum yang terlibat akan ditindak sesuai aturan dan hukum yang berlaku.

"Polresta Banda Aceh masih yang tertinggi untuk pengungkapan kasus narkoba, jumlah kasus di periode ini pun masih tergolong sangat tinggi. Kita imbau masyarakat untuk aktif memberikan informasi ke kepolisian guna mengungkap jaringan peredaran narkoba di Banda Aceh khususnya, termasuk menjaga anggota keluarga agar menjauh dan tidak terlibat dengan narkoba," tambahnya. (hfz/ded)

Komentar

Loading...