Hidupkan Sektor UMKM, Plt Gubernur Akan Mempermudah Akses Modal

acehbisnis.comNova Iriansyah

Banda Aceh, Aceh Bisnis - Berbagai upaya dilakukan untuk mewujudkan 15 program unggulan yang tertuang dalam Aceh Hebat dan semua program tersebut sangat penting untuk memajukan dan menyesejahterakan rakyat Aceh. Meskipun ada yang telah dicapai, dan ada tengah dibina sementara sisanya sedang dijajaki.

Namun, dalam dua tahun kepemimpinan Irwandi – Nova tersebut berbagai program tersebut mulai menampakkan hasil. Memang, belum semuanya tecapai sesuai target. Tapi geliat itu mulai menampilkan hasil salah satunya program Aceh Kaya dan Aceh Peumulia.

Program Aceh Kaya adalah program khusus yang disiapkan Pemerintah Aceh dengan tujuannya untuk memperkuat sektor Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) bersama dengan sektor industri perdagangan, koperasi, dan pariwisata.

“Dengan mempermudah akses modal Bank Aceh dan BPR Mustaqim untuk UMKM dan IKM, maka akan memperkuat sektor tersebut,”kata Plt Gubernur Aceh, Nova Iriansyah, Minggu (21/7/2019) di Banda Aceh.

Dikatakannya, jumlah usaha yang tersertifikasi berjumlah 63 usaha yang tersertifikasi berjumlah 62 usaha tahun 2016, meningkat menjadi 211 pada tahun 2017 dan menjadi 304 pada tahun 2018.

Selain itu, kata dia, Pemerintah Aceh juga melaunching Kawasan Industri Aceh (KIA) Ladong yang di sanalah salah satunya nanti produk IKM akan dipasarkan. Dengan demikian, ekonomi warga aceh akan lebih baik.

Di dua tahun masa Irwandi – Nova neraca ekspor impor (USD) juga mengalami peningkatan yang signifikan. Pada tahun 2017 neraca ekspor impor hanya Rp.107.421.982 menjadi Rp.221.045.057 pada tahun 2018.

Dyah Erti melihat songket Aceh.

Sementara program Aceh Pemulia merupakan progam unggulan untuk pemenuhan layanan pemerintahan yang mudah, cepat, berkualitas dan bebas pungutan liar (pungli) yang dijalankan dengan pengembangan sistem pengawasan dan penilaian kinerja aparatur berbasis e-kinerja untuk peningkatan disiplin dan etos kerja ASN Aceh.

Lebih lanjut, Plt Gubernur Aceh menambahkan, bahwa penempatan pimpinan SKPA yang berkualitas melalui uji kelayakan dan kepatutan Tata kelola pemerintah semakin baik. Hasilnya Aceh berhasil mempertahankan Opini Wajar Tanpa Pengecualian oleh BPK RI empat kali berturut-turut.

“Penempatkan aparatur yang berkualitas tersebut tak lain tujuannya adalah untuk memberikan pelayanan yang cepat dan memuaskan bagi masyarakat,”pungkas Nova.(adv)

Komentar

Loading...