Pelaksanaan Program CSR di Aceh Tamiang Kurang Tepat Sasaran

Rapat Forum Corporate Social Responsibility (FCSR) Kabupaten Aceh Tamiang.

Aceh Tamiang, Aceh Bisnis - Dari 48 perusahaan yang berada di wilayah Kabupaten Aceh Tamiang, hanya 28 perusahaan yang baru melaksanakan Corporate Social Responsibility (CSR), sementara selebihnya masih belum melaksanakannya.

Meskipun ada 28 perusahaan yang telah melaksanakannya CSR, tapi dalam pelaksanaannya masih setengah hati dilakukan. Bahkan, pelaksanaan program CSR dari perusahaan tersebut dinilai tidak tepat sasaran.

“Jika program CSR dilakukan secara tepat dan menyentuh masalah ekonomi, sarana prasarana, infrastruktur dan sosial budaya, tentunya akan membantu percepatan pembangunan daerah,”kata Wakil Ketua I Forum Corporate Social Responsibility, Sugiono, SH kepada Acehbisnis.com, Jumat (19/7/2019).

“Untuk itu, perlu sinergitas antara Forum CSR dan Pemda setempat, dalam melaksanakan program CSR, sehingga tepat sasaran. Dengan adanya program CSR itu bisa membantu menyelesaikan masalah yang ada di lingkungan terdekat tempat perusahaan itu beroperasi,”kata Sugiono.

Lebih lanjut, Sugiono mengatakan, pihaknya sudah menyurati perusahaan dengan tujuan untuk meminta laporan program CSR dan perencanaan program CSR perusahaan. “Dari 48 perusahaan yang pernah di surati sejak bulan April lalu dan disurati kembali Juni 2019 guna meminta data pelaksanaan program CSR setiap perusahaan,”jelasya.

Namun, hingga saat ini baru masuk 28 perusahaan yang baru mengirim laporan.  “Ini menandakan masih rendahnya kepatuhan perusahaan terhadap komitmen pelaksanaan CSR dan masih rendahnya komitmen dalam membangun daerah dimana tempat mereka berinvestasi,”ungkapnya.

Setelah dipelajari, jelas dia, dari 28 perusahaan yang sudah mengirim laporan kegiatan CSR tahun 2018 dan tahun 2019 yang sedang berjalan. Kegiatan CSR masih didominasi Social Cost. Sedangkan hal yang menyentuh pada kegiatan produktif masih sangat sedikit.

“Kita masih berharap dan perlu ada percepatan kesepemahaman dalam menterjemahkan apa yang dimaksud CSR,”jelas Sugiono.

Selain itu, sebut dia, pihaknya juga akan terus berusaha meyakinkan Pemda Aceh Tamiang, bahwa melalui program CSR yang dikoordinir oleh FCSR akan berpotensi mampu mengorganisir anggaran CSR dengan besaran sampai belasan milyar.

Sebelumnya, Forum Corporate Social Responsibility (FCSR) Kabupaten Aceh Tamiang mengelar rapat terbatas terkait pelaksanaan program CSR di Aceh Tamiang beberapa waktu lalu.

Turut hadir dalam kegiatan itu, Ketua FCSR Said Zainal, SH wakil Ketua II IR. Izuddin Idris, Wakil III Said Mahdi, Kabid Kerjasama dan Kemitraan, M. Nasir, Kabid Perencanaan dan Pembangunan,M. Yani.

Sugiono menjelaskan, dalam rapat itu ada point penting yang disepakati terutama menata keadaan internal FCSR dan eksternal FCSR, memperjelas arah tujuan FCSR serta membuat Standart Operasional Prosudure (SOP) internal dan mendorong adanya Regulasi yang memperkuat FCSR dan memperjelas aturan  program CSR.()

Komentar

Loading...