23 Pelanggar Syariat Islam di Abdya Dicambuk

Blangpidie, AcehBisnis - Sebanyak 23 pelanggar Syariat Islam (SI) di Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya) Jumat (19/7/2019) pagi dan siang dicambuk di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas III Blangpidie kawasan Kecamatan Setia.

Eksekusi cambuk terhadap pelanggar syariat islam Tahun 2019 ini sangat berbeda dengan pelaksanaan tahun-tahun sebelumnya yang dilakukan di Halaman Mesjid atau tempat terbuka. Namun kali ini sesuai Peraturan Gubernur Aceh harus dilakukan di LP atau Lapas.

Pantauan di lokasi, karena banyaknya Terpidana yang dicambuk hingga mencapai 23 orang dari 12 Perkara. Maka Pelaksanaan eksekusi juga harus dilanjutkan hingga selesai Shalat Jumat. Tepat pukul 11.30 Wib, eksekusi dihentikan sementara oleh panitia karena akan memasuki waktu Shalat Jumat. Selain itu, eksekusi ini juga mendapatkan perhatian dari ratusan warga Kabupaten itu yang tumpah ruah ke lokasi untuk menyaksikan cambuk dimaksud.

"Ini bukan pembalasan dendam tapi mereka harus ada hikmahnya setelah ini. Supaya kejadian ini tidak terulang lagi di masa yang akan datang,"kata Kepala Kejaksaan Negeri Kabupaten Abdya, Abdul Khadir pada kesempatan itu.

Ia mengatakan, dari 23 Terpidana yang akan menjalani hukuman cambuk. Ada terpidana mendapatkan cambuk dua kali dan tertinggi sebanyak 177 kali setelah pemotongan.

"Para terpidana itu melanggar Qanun Aceh No 6 Tahun 2014 Tentang Jinayat dengan pasar yang berbeda,"katanya.

Sementara Itu, Wabup Abdya Muslizar MT saat menyerahkan alat cambuk kepada Kepala Kejaksaan mengaku supaya kasus-kasus seperti ini bisa menjadi yang pertama dan terakhir terjadi Abdya. Begitu juga dengan terpidana supaya tidak mengulangi lagi perbuatan-perbuatan tercela tersebut.

Dalam eksekusi itu dihadiri oleh anggota Forkopimda Abdya seperti Wabup Muslizar MT, Dandim Letkol Arm Iwan Afrianto, Kabag Ops Haryono, Ketua MPU Tgk M Dahlan, Kepala Lapas Kelas III Blangpidie Erwin Siregar, Kepala Syahbandar, Kepala SKPD dan Kadis Syariat Islam Abdya, Ubaidillah.()

Komentar

Loading...