Abdya Usulkan 1.216 CPNS dan P3K ke Kemenpan RB

Kepala BKPSDM Abdya Cut Hasnah Nur

Blangpidie, Aceh Bisnis - Pemerintah Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya) mengusulkan 1.216 Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) dan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (P3K) kepada Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemenpan RB) Republik Indonesia.

Pernyataan itu disampaikan Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kabupaten Abdya, Cut Hasnah Nur kepada Wartawan Kamis (18/7/2019).

Menurutnya, pengajuan jumlah CPNS dan P3K tersebut tertera dalam surat Bupati Abdya nomor: BKPSDM. 800/373/2019 tertanggal 29 Mei 2019, dengan perihal penyusunan kebutuhan PNS pada pemerintah Kabupaten Abdya Tahun Anggaran 2019.

Surat tersebut merupakan tindak lanjut dari Surat Kemenpan RB nomor: B/617/M.SM.01.00/2019 dengan perihal pengadaan PNS tahun 2019. "Kami sudah surati Menpan RB untuk pengiriman jumlah formasi dan jumlah porsi PNS yang kita butuhkan di Abdya untuk jangka waktu lima tahun ke depan,”ungkapnya.

Cut Hasnah menjelaskan, pengiriman dengan e-formasi tersebut berdasarkan Analisis Beban Kerja (ABK) yang dibuat oleh masing-masing Satuan Kerja Perangkat Kabupaten (SKPK) Abdya. Jadi, katanya, pihak SKPK yang melakukan ABK di SKPK masing-masing terkait kebutuhan jabatan apa saja yang diperlukan.

Cut Hasnah menyebutkan, berdasarkan surat Menpan RB, untuk kebutuhan porsi PNS dan P3K masing-masing 50 persen. Penentuan porsi tersebut, nanti akan ditentukan oleh pemerintah pusat. Misalnya untuk formasi guru apakah PNS atau P3K, dan juga Kesehatan apakah PNS atau P3K. Kemudian lagi contoh S1 informatika, misalnya porsi yang diterima 20 orang, itu nanti 10 orang P3K dan 10 PNS, dan itu pusat yang menentukannya.

Terkait jadwal penerimaan dan jadwal tes CPNS dan P3K, Cut Hasnah mengaku belum mendapatkan jadwal tersebut. Sekarang katanya, pihak pemerintah daerah baru diminta mengusulkan kebutuhan PNS yang dikirim melalui aplikasi e-formasi.

“Alhamdulillah jumlah kebutuhan itu sudah kita kirim lewat aplikasi e-formasi Menpan sesuai dengan jadwal yang sudah ditetapkan. Sepengetahuan kami, nanti itu tesnya duluan PNS baru kemudian tes P3K. Jadi kalau tidak lulus di PNS bisa ikut tes lagi di P3K,”ucap Pejabat BKPSDM Abdya itu.

Setelah dikirim kebutuhan PNS dan P3K tersebut, kata Cut Hasnah, pusat akan kembali meminta prioritas awal kebutuhan formasi. Untuk Abdya sendiri sambungnya, pemerintah daerah sudah merencanakan mengirim formasi yang memang sangat mendesak dan sangat dibutuhkan untuk menjalankan roda pemerintahan kabupaten setempat.

“Kalau guru memang sangat mendesak, apalagi guru Penjas dan guru Agama di tingkat Sekolah Dasar (SD), dan guru Matematika serta guru Bahasa Inggris dit ingkat Sekolah Menengah Pertama (SMP), sementara untuk perkantoran secara umum, kita sangat mendesak di bidang informatika, hukum, sipil, dan akuntansi,”jelas Cut Hasnah.

"Jumlah kebutuhan yang sudah dikirim melalui aplikasi e-formasi tersebut akan dievalusi kembali oleh pihak Menpan RB, di antaranya terkait kemampuan keuangan daerah. Kalau keuangan daerah nantinya belanja pegawai melebihi 60 persen, maka jumlah usulan tersebut akan dikurangi,"demikian Kepala BKPSDM Abdya.()

Komentar

Loading...