Sukseskan Program JKA Plus, Nova: Pemerintah Aceh Telah Membuat Sejumlah Terobosan

Nova Iriansyah meresmikan sitem aplikasi pendaftaran pasien online di Rumah Sakit Umum Zainoel Abidin, Banda Aceh, Selasa (31/10).

Banda Aceh, Aceh Bisnis - Berbagai upaya dilakukan untuk mewujudkan 15 program unggulan yang tertuang dalam Aceh Hebat dan semua program tersebut sangat penting untuk memajukan dan menyesejahterakan rakyat Aceh. Meskipun ada yang telah dicapai, dan ada tengah dibina sementara sisanya sedang dijajaki.

Namun, dalam dua tahun kepemimpinan Irwandi – Nova tersebut berbagai program tersebut mulai menampakkan hasil. Memang, belum semuanya tecapai sesuai target. Tapi geliat itu mulai menampilkan hasil salah satunya program Aceh Seujahtra (JKA Plus).

Plt Gubernur Aceh, Nova Iriansyah mengatakan, dalam mensukseskan program JKA Plus pemerintah Aceh telah membuat beberapa terobosan, yaitu dengan menyederhanakan proses administrasi berobat bagi pasien, melakukan integrasi sistem pendaftaran dengan menggunakan Nomor Induk Kependudukan.

Saat ini, kata dia, sebagian besar Rumah Sakit di Aceh telah menggunakan Sistem Informasi Rumah Sakit. “Dengan sistem ini, pasien dan keluarga pasien akan mengetahui ketersediaan tempat tidur dan ruang berobat, sehingga akan mempermudah keluarga pasien menentukan rujukan bagi pasien. Bahkan, para petugas medis pun akan membantu dengan memberikan rekomendasi berdasarkan perimbangan,”jelasnya, Selasa (16/7/2019).

Sementara terobosan lainnya adalah, melakukan pemilahan pasien dengan menggunakan fingerprint. Saat ini, Pemerintah Aceh juga telah menyediakan Rumah Singgah bagi pasien dan keluarga pasien di 3 lokasi.

“Berbagai upaya perbaikan pusat layanan kesehatan pun terus dipacu oleh Pemerintah Aceh. saat ini, 95 persen Rumah Sakit di Aceh telah terakreditasi, sedangkan Puskesmas yang sudah terakreditasi hingga saat ini telah mencapai 73 persen,”terang dia.

Bahkan, sebut Nova, berbagai program dan terobsan yang dilakukan Pemerintah Aceh ini telah mendapatkan pengakuan dan prestasi di tingkat nasional. Di antaranya, Aceh dinobatkan sebagai daerah tingkat provinsi dengan komitmen terbaik dalam implementasi SIKDA Generik.

SIKDA Generik adalah aplikasi sistem informasi kesehatan yang mengintegrasikan sistem-sistem informasi di puskesmas, rumah sakit, dan sarana kesehatan lainnya, baik itu milik pemerintah maupun swasta. Aplikasi dikembangkan untuk meningkatkan pelayanan kesehatan di fasilitas pelayanan kesehatan serta meningkatkan ketersediaan dan kualitas data dan informasi manajemen kesehatan.

Prestasi lainnya, sebut dia, Website Dinas Kesehatan Aceh dinobatkan sebagai terbaik I, pada acara Anugerah Situs Inspirasi Sehat Indonesia (E-Aspirasi) yang diselenggarakan oleh Kementerian Kesehatan RI dalam rangka memperingati Hari Kesehatan Nasional ke 54 Tahun 2018. Selain itu, program eliminasi kusta di Aceh juga memperoleh penghargaan dari Kemenkes.

Selanjutya, Rumah Sakit Umum Zainoel Abidin juga meraih penghargaan Indonesia Hospitality Winner 2018 Choice Award dari Kementerian Kesehatan RI. Ini merupakan predikat tertinggi atau Best of The Best.

Bersama RSIA, RSUZA juga memperoleh penghargaan dan sertifikat Akreditasi sebagai Rumah Sakit dengan kelulusan tingkat PARIPURNA. RSUZA juga telah menerima penghargaan sebagai rumah sakit yang menerapkan prinsip syariah dari Dewan Syariah Nasional Majelis Ulama Indonesia (MUI).

Plt Gubernur juga mengatakan, bahwa di tahun 2018, Pemerintah Aceh juga mendapat penghargaan Universal Health Coverage JKN-KIS Award 2018, yang diserahkan langsung oleh Presiden Republik Indonesia di Istana Negara. UHC JKN-KIS Award 2018 diberikan karena Aceh dianggap mendukung Program JKN-KIS sebagai program strategis nasional dalam mewujudkan Universal Health Coverage (UHC) di wilayah Aceh.

Untuk diketahui bersama, jumlah penduduk Aceh yang menggunakan fasilitas Jaminan Kesehatan Aceh (JKA) di tahun 2018 sebanyak 2.131.996 jiwa. Terjadi penambahan 106 persen dibandingkan dengan tahun 2017 yang hanya 2.009.031 jiwa.

Untuk program Aceh Seujahtera lainnya, tambah Plt Gubenrur, Pemerintah Aceh juga telah meluncurkan beberapa terobosan, yaitu dengan menyerahkan 2.200 sertifikat tanah bagi rakyat miskin.

Dikatakannya, Pemerintah Aceh juga telah membangun 222 unit rumah transmigrasi, membagun 16 pusat sarana air bersih dan membangun jalan sepanjang 53 kilometer serta membangun 5 unit jembatan di seluruh Aceh.

Selain itu, kata Nova, Pemerintah Aceh juga telah menaikkan Upah Minimum Provinsi menjadi Rp2.916.800, ini merupakan UMP tertiggi di Sumatera. Sebelumnya, UMP Aceh berada pada angka Rp2.500.000.(adv)

Komentar

Loading...