Plt Gubernur Ajak Semua Pihak untuk Bersama-sama Membagun Aceh

Wakil Gubernur Aceh, Nova Iriansyah membuka kegiatan Internalisasi skema-skema pembiayaan infrastruktur dan penggalian potensi calon proyek KPBU di Aula Serbaguna, Banda Aceh, Senin 25 September 2017

Banda Aceh, Aceh Bisnis - Dua tahun sudah Irwandi Yusuf - Nova Iriansyah memimpin Aceh. Berbagai keberhasilan telah dicapai dari 15 program prioritas Aceh Hebat. Namun, beban dan tugas memajukan Aceh masih berada di pundak keduanya untuk tiga tahun kedepan nantinya.

Berbagai upaya dilakukan untuk mewujudkan 15 program prioritas Aceh Hebat. Meskipun ada yang telah dicapai, dan ada tengah dibina sementara sisanya sedang dijajaki. Oleh karena itu, Plt Gubernur Aceh Nova Iriansyah mengajak semua pihak untuk ikut dalam memajukan pembagunan dan mensejaterahkan rakyat Aceh.

“Tapi, untuk mewujubkan itu, kita harus bergerak bersama-sama dalam mensejahterakan rakyat Aceh, karena tidak ada superman yang bisa sejahterakan masyarakat Aceh dengan bekerja sendirian,”kata Pelaksana Tugas Gubernur Aceh Nova Iriansyah, Senin (15/7/2019) di Banda Aceh.

Untuk itu, kata Nova, Pemerintah Aceh mengumpulkan puluhan orang berkumpul di Jakarta pada akhir Juni lalu. Mereka adalah Diaspora Aceh, pengusaha, akademisi hingga pihak perbankan, serta pihak lainnya.

“Kita mengumpulkan mereka semua untuk mendengar masukan dan mengajak Diaspora Aceh itu untuk bersama-sama ‘pulang’ membangun Aceh,”ajak Plt Gubernur Aceh.

Nezar Patria, Putra Aceh yang juga anggota Dewan Pers mengatakan, pertemuan Diaspora Aceh tersebut telah menjawab sebagian besar kerinduan akan dialog sehat antara masyarakat, pemerintah dan dunia usaha.

Menurut Nezar, secara bersama-sama semua pihak yang peduli akan kemajuan Aceh harus bergerak bersama untuk mengantisipasi tenggat waktu Dana Otonomi Khusus yang akan berakhir beberapa tahun ke depan.

“Ekonomi Aceh harus dibangun dengan semangat entrepreneurship yang tinggi, dengan memanfaatkan potensi komoditi, terutama pertanian dan perkebunan serta perikanan. Aceh harus memanfaatkan posisinya yang strategis di Selat Malaka, pintu gerbang Indonesia untuk urusan ekspor impor komoditi itu,”jelas Nezar.

Ia juga menyebutkan, Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin) Aceh sebagai tempat berkumpulnya pengusaha Aceh dapat menjadi motor dan motivator dalam pembangunan ekonomi Aceh.

Selama ini, jelas dia, Kadin Aceh sebagai salah satu poros ekonomi yang diharapkan mampu menggerakan usaha-usaha di Aceh, tapi belum mampu bekerja secara maksimal. “Kadin, harus menjadi penggerak untuk menciptakan pebisnis-pebisnis muda, dan motivator untuk inovasi-inovasi bisnis,”jelasnya.

Dikatakannya, semangat yang dikedepankan pemerintah Aceh untuk menampung gagasan dan mengajak pelaku-pelaku ekonomi asal Aceh yang sudah berhasil di level nasional untuk meramaikan geliat berbagai sektor investasi di Aceh sangatlah bagus. Peran entrepreneur-entreprenuer yang telah sukses di luar Aceh tersebut akan sangat krusial untuk menghidupkan dunia usaha di Aceh.

"Ketika masyarakat menjadi bagian dari penggerak mata rantai ekonomi, maka iklim ramah investasi bagi pihak manapun yang ditawarkan pemerintah Aceh saat ini akan efisien. Selanjutnya, tinggal mengajak pengusaha-pengusaha tersebut untuk kemudian bergiat di Aceh,”ujar Reza.

Apa yang dilakukan pemerintah dengan mengumpulkan Diaspora Aceh dan mengajak mereka untuk meramaikan geliat investasi di Aceh merupakan salah satu cara Nova Iriansyah mewujudkan Aceh Hebat.

“Hebat bukan sekedar janji. Ia ingin warga Aceh berada di garda terdepan kemajuan Aceh. Aceh akan hebat ketika masyarakatnya hebat,”ungkap Akademisi UIN Ar-Raniry Banda Aceh ini.

Sementara itu, Ketua Kadin Aceh, Makmur Budiman mengatakan, salah satu cara untuk meningkatkan perekonomian Aceh adalah dengan memberdayakan berbagai lini ekonomi di Aceh sambil memperbaiki juga sumber daya manusianya.

“Kemajuan perekonomian Aceh adalah harapan kita semua, karena itu Aceh harus mampu memperbanyak tenaga terampil di berbagai sektor, dan kita (Kadin) Aceh akan mendukung hal tersebut,”ujar Makmur. (adv)

Komentar

Loading...