Terkait Anggota DPRA Berkunjung ke Luar Negeri, Ini Kata Sekwan

Sekretaris Dewan DPRA, Suhaimi

Banda Aceh, AcehBisnis - Sejumlah anggota DPRA ke luar negeri di akhir masa tugas periode 2014-2019. Rombongan ini terdiri dari sejumlah komisi. Para wakil rakyat itu dituding ke luar negeri hanya sebagai agenda jalan-jalan yang menghabiskan anggaran negara tidak sedikit.

"Kebijakan DPRA untuk berkunjung ke Eropa, Afrika, Timur Tengah dan Asia di akhir masa jabatan mareka, memberi pesan yang tidak baik dan memperkuat kosumsi publik kepada DPR Aceh tidak dapat dipercaya," ujar Koordinator MaTA, Alfian, Rabu (3/7/2019) kemarin.

Menurutnya, seharusnya anggota dewan di akhir masa jabatan dapat fokus pada prioritas dalam menyelesaikan qanun (perda) yang telah mereka janjikan. "Bukan malah jalan jalan ke luar negeri," ucap Alfian.

Beberapa analisis MaTA terkait kunjungan dewan ke luar negeri diantaranya, agenda kunjungan ke luar negeri itu dianggap tak memberi kontribusi positif untuk pembangunan dan kemajuan Aceh.

"Sampai saat ini belum ada yang dapat teriplementasikan hasil kunjungan keluar negeri, yang ada pembororasan anggaran dan juga memiliki potensi korupsi (mar up dan fiktif) karena tidak pernah dilakukan audit investigasi," ujarnya.

Agenda ke luar negeri itu, kata Alfian, sudah menjadi agenda rutin setiap tahun yang dilakukan oleh DPR Aceh. "Ya ini sudah menjadi agenda rutin, seharusnya sudah tidak populer kebijakan DPR jalan-jalan ke luar negeri di saat rakyat Aceh lagi ketidakpastian dalam keberlangsungan hidupnya," jelasnya.

Dikonfirmasi Rabu malam, Sekretaris Dewan DPRA, Suhaimi membenarkan bahwa jika saat ini sejumlah anggota dewan dari sejumlah komisi sedang berada di luar negeri. "Benar ada, itu semacam agenda kunjungan studi banding lah," katanya melalui telepon seluler.

Dijelaskannya, keberangkatan anggota DPR Aceh ke luar negeri sudah sesuai dengan peraturan atau regulasi dari Permendagri. "Itu memang setiap tahun ada, tapi kita juga melihat kebutuhan anggaran juga apakah tersedia atau tidak," katanya lagi.

Suhaimi menambahkan, saat ini ada sebagian anggota DPRA yang sudah berada di luar negeri dan ada yang belum berangkat juga. "Sebagian ada yang belum berangkat, kalau jadwal agenda kunjungannya itu selama 7 hari maksimal," terang dia.

Menurut informasi yang diterima, anggota dewan yang sudah berangkat ke luar negeri dari Komisi VI dengan tujuan ke Rusia pada tanggal 17 hingga 23 Juni 2019 yang berjumlah lima orang anggota DPRA dengan membawa dua orang staf.

Kemudian, dari Komisi V pada tanggal 23 hingga 29 Juni 2019, ada lima orang anggota DPRA yang berangkat dengan dua staf tujuan ke Belanda. Pada tanggal 25 Juni hingga 1 Juli 2019, 3 anggota DPRA dan seorang staf dari komisi yang sama berangkat ke Arab Saudi dan Mesir.

Kemudian dari komisi IV, pada tanggal 1 hingga 7 Juli 2019 ada 4 orang anggota DPRA dengan dua staf berangkat ke Australia. Sementara, yang belum berangkat setidaknya ada 10 orang anggota dewan ditambah 6 staf dari Komisi III, VII dan komisi V yang tujuannya ke Bangkok Thailand, Maroko dan Mesir. (hfz/ded)

Komentar

Loading...