Penyidik Kejati Aceh Kembali Periksa 7 Saksi dalam Kasus Proyek KJA Sabang

Banda Aceh, AcehBisnis - Penyidik Kejaksaan Tinggi (Kejati) Aceh hari ini kembali memeriksa tujuh orang saksi terkait proyek Keramba Jaring Apung (KJA) dari Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) Republik Indonesia tahun 2017 di Sabang, Kamis (4/7/2019).

Dalam pemeriksaan ini, hanya enam orang saksi yang memenuhi panggilan penyidik terdiri dari Pokja dari KKP dua orang yakni Moh Muhaimin dan Navy Novy Jefrry Watupongoh, Tim teknis dari KKP dua orang yakni Kristian Maikal dan Dadityo Budi.

Kemudian, dua orang lainnya adalah Direktur Utama PT Perikanan Nusantara (Perinus) (Persero), M Yana Aditya dan Dirut Keuangan PT Perinus, Henda Tri Retnadi,

"Keenam orang itu diperiksa sebagai saksi dalam kasus dugaan korupsi pada pekerjaan proyek keramba Jaring Apung KKP RI Tahun 2017 di Kota Sabang," ujar Kasi Penkum dan Humas Kejati Aceh, Munawal Hadi.

Selain itu, tim penyidik hari ini juga melakukan penyitaan sejumlah barang bukti terkait proyek Keramba Jaring Apung(KJA) di dua lokasi di Sabang tepatnya di Keuneukai, Dermaga CT1 dan CT3

"Penyitaan ini dilakukan setelah mendapatkan persetujuan penyitaan dari Pengadilan Negeri Tipikor Banda Aceh dengan nomor penetapan: 12/pen.pid/2019/PN Bna," tambah Munawal.

Seperti diberitakan sebelumnya, di Direktorat Jenderal Perikanan Budidaya, Direktorat Pakan dan Obat Ikan KKP RI tahun anggaran 2017 terdapat kegiatan pengadaan budidaya lepas pantai (KJA Offshore) dengan pagu anggaran sebesar Rp 50 miliar.

Proyek itu, terindikasi melanggar hukum pada pekerjaan paket pengadaan percontohan budidaya ikan lepas pantai (KJA offshore) di Sabang yang dimenangkan oleh PT Perikanan Nusantara (Perinus) dengan nilai kontrak Rp 45,58 miliar yang bersumber dari DIPA Satker Direktorat Pakan dan Obat Ikan pada Dirjen Perikanan Budidaya KKP RI tahun anggaran 2017. (Tim)

Komentar

Loading...