Dua Yamaha di Podium MotoGP Belanda, Pacu Rossi Lebih Oke Lagi

Valentino Rossi pecahkan rekor 42 tahun di MotoGP Argentina. (KARIM JAAFAR / AFP)

Assen - Yamaha menempatkan dua motor di podium MotoGP Belanda. Hasil itu memacu Valentino Rossi untuk bisa tampil lebih baik lagi.

Rider Monster Energi Yamaha, Maverick Vinales, menjadi pemenang balapan di sirkuit Assen, Minggu (30/6/2019). Dia mencatatkan waktu 40 menit 55,415 detik. Podium lainnya didapat oleh Fabio Quartararo dengan catatan waktu 9,738 detik lebih lambat dari pada pebalap Spanyol itu. Pebalap Petronas Yamaha SRT itu menempati podium ketiga.

Ini merupakan kemenangan pertama Yamaha setelah sembilan seri balapan MotoGP. Terakhir kali tim Garpu Tala menjadi juara di MotoGP Australia musim lalu, Vinales yang menjadi pemenang.

Rossi pun merasa gembira dengan hasil baik Yamaha kali ini, menjadi tanda mereka bisa bersaing dengan tim-tim lainnya.

"Ini hasil yang luar biasa untuk tim, dan saya senang untuk Yamaha. Ini merupakan kemenangan penting. Dan setulusnya, Maverick layak mendapatkan itu karena dia berkendara dengan sempurna sejak hari Jumat," kata Rossi di GPOne.

"Hasil akhir ini penting buat kami karena mempunyai dua motor di podium berarti kami harus bekerja agar bisa sekompetitif mereka," dia menambahkan.

Rossi sendiri gagal finis di MotoGP Belanda. Dia mengalami crash saat balapan menyisakan 22 putaran, hingga mengakibatkan Takaaki Nakagami juga gagal melanjutkan balapan.

Meski memperoleh hasil buruk, Rossi bilang ada jalan terang untuk menatap sisa balapan dengan hasil bagus Yamaha di Assen. Rossi sudah dua tahun tak memenangi MotoGP, terakhir di Assen pada 2017.

"Sejujurnya saya sangat kecewa kemarin. Saya cukup lumayan pada sesi pagi, sementara di sore hari saya sangat lambat. Jadi, saya mulai berpikir mengenai semuanya. Andai saya tak menemukan peningkatan hari ini saat balapan, mungkin saya sangat khawatir sekarang. Malah kami menemukan secercah cahaya dan kami menemukan suatu hal bagus," kata Rossi.

"Kami harus menemukan suatu hal yang lebih baik buat saya. Tiga balapan berlalu, saya kesulitan menang dan saya masih menjadi pebalap Yamaha teratas meski tiga kali tanpa raihan angka. Tampaknya saya tak banyak berubah antara Mei dan Juni. Tapi, memang benar bahwa kami menemukan kesulitan dan terkadang kami tak bisa lebih bak dari sudut pandang teknik," dia menambahkan.

Komentar

Loading...