Terlibat Korupsi Pagar RSUD, Kejaksaan Tahan Kepala Disnaker dan Trans Subulussalam

Mantan Kepala Dinkes Kota Subulussalam berinisial A (berpeci dan mengenakan kemeja putih) turut digiring oleh Kasi Intel, Irfan Hasyiri HDL dari kantor Kejari menuju mobil tahanan dan turut didampingi keluarga saat digelandang ke mobil tahanan Kejari Subulussalam(Foto: Nukman)

Subulussalam, Aceh Bisnis - Kejaksaan Negeri (Kejari) Subulussalam resmi menahan Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnaker dan Trans) Kota Subulussalam yang berinisial A, Selasa (18/6/2019).

Penahanan Kepala Disnaker dan Trans Subulussalam terkait dugaan kasus tindak pidana korupsi (Tipikor) atas pembangunan pagar Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) setempat yang bersumber dari dana Otsus Tahun 2015 dengan pagu anggaran sebesar 826 juta rupiah.

Pada saat pelaksanaan pembagunan pagar RSUD itu, A saat itu menjabat sebagai Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Subulussalam. Saat ini, mantan Kadinkes, dan tiga rekannya resmi ditahan di Lapas Singkil.

Kepala Kejari Subulussalam, Muhammad Alinafiah Saragih, SH melalui Kasi Pidsus, Ika Liusnardo, SH menjelaskan, berdasarkan hasil pemeriksaan pihak Kepolisian bahwa dalam pelaksanaan proyek tersebut ditemukan terjadinya kerugian negara senilai 193 juta rupiah.

"Mantan Kadinkes Subulussalam ini resmi ditetapkan menjadi tersangka korupsi dan langsung ditahan bersamaan dengan tiga tersangka lainnya. Ketiga tersangka itu yakni Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK) yang berinisial I, Rekanan berinisial ES dan Konsultan Pengawas berinisial S,"jelas Ika didampingi Kasi Intel, Irfan Hasyiri HDL, SH.

Sementara itu, sekitar pukul 15.30 WIB, A dan ketiga orang lainnya langsung digelandang ke Lapas Singkil dengan menggunakan mobil tahanan Kejari Singkil dan ditahan selama 20 hari guna menjalani proses hukum lebih lanjut.()

Komentar

Loading...