Tanggapi Permohonan Rizky Bocah Tunatera, Kadis Sosial Subulussalam: SLB Bukan Ranah Kami

Photo Rizky dan Ayahnya (Bahrum)

Subulussalam, Aceh Bisnis - Rizky Megana Sagala (8) seorang bocah penyandang disabilitas tunatera yang memiliki harapan tinggi untuk dapat bersekolah di Sekolah Luar Biasa (SLB) tidaklah berjalan mulus seperti yang ia harapkan.

Rizki panggilan akrabnya telah mengalami kebutaan sejak lahir. Putra sulung pasangan dari Bahrum Sagala (37) dan Feriyanti (30) warga desa Pegayo, Simpang Kiri, Subulussalam itu selalu mendesak orangtuanya agar dapat menyekolahkan ia. Mereka merupakan kategori keluarga miskin. Bahrum dan anggota keluarganya saat ini masih menyewa di rumah seadanya.

Tak ingin memupus harapan putranya itu, Bahrum pun mencoba mengajukan sebuah proposal permohonan bantuan biaya untuk Rizky bersekolah ke sebuah SLB di Kota Langsa yang ia tujukan ke Dinas Sosial Kota Subulussalam. Karena kata sang Ayah, Rizky memiliki cita-cita menjadi pendakwah. Dan Rizky pun sangat mengidolakan Dai kondang Ustad Abdul Somad.

"Permohonan itu sudah saya ajukan sejak setahun yang lalu, namun hingga hari ini nampaknya belum ada tanggapan, makanya saya bawa anak saya kemari untuk menanyakan langsung ke orang dinas," ungkap Bahrum kepada awak media saat mendatangi dinas sosial, kemarin Rabu (12/6/2019).

Bahrum kecewa karena sang kepala dinas yang hendak dia temui secara langsung tidak berada di tempat. Kekecewaan Bahrum dan putranya itu pun kian bertambah kecewa ketika mendengar jawaban Kepala Bidang Rehabilitasi Dinas Sosial Kota Subulussalam, Hendri Surahman yang mengatakan tidak mengetahui perihal proposal Bahrum itu, ditambah Kabid tersebut berdalih bahwa ia baru menjabat sebagai Kabid pada dinas tersebut.

Untuk mengkroscek kebenaran proposal tersebut, Hendri selaku Kabid yang baru mencoba mengkonfirmasi Kabid yang lama. Menurut jawaban dari Kabid lama bahwa benar kalau surat permohonan atau proposal yang diajukan oleh Bahrum ada dimasukkan ke dinas dan juga telah dinaikkan ke meja kepala dinas.

"Kalau begitu kita tunggu saja Pak Kadis pulang," tutur Hendri kepada Bahrum selepas menerima jawaban Kabid lama sebelumnya.

Sementara itu, Rabu petang hari yang sama, secara terpisah disaat setelah beredar pemberitaan terkait bocah tunanetra atas nama Rizky di media sosial, Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Kota Subulussalam, Sanusi memberikan klarifikasinya kepada media. Dalam tanggapannya tampak berbeda dengan pengakuan Kabid sebelumnya, dimana Sanusi mengatakan, kalau proposal atau surat permohonan tersebut belum ada ia terima.

"Seingat saya proposal itu belum pernah ada diberikan kepada saya. Mungkin mereka kasih ke staf umum, tapi tidak sampai ke ruangan saya. Seandainya pun jika proposal itu sampai kepada saya pasti akan saya disposisi," ungkap Sanusi.

Lebih lanjut Sanusi menambahkan bahwa Dinsos merupakan dinas teknis yang tidak bisa memberikan bantuan dalam bentuk uang tunai sesuai aturan yang ada. Apalagi dalam kasus ini bahwa perihal SLB menurut Sanusi bukan merupakan ranah Dinsos. Pihaknya hanya dapat memfasilitasi ke panti asuhan saja.()

Komentar

Loading...