Sentimen Perang Dagang Masih Bebani Laju IHSG

Pengunjung tengah melintasi layar pergerakan saham di BEI, Jakarta, Senin (13/2). Pembukaan perdagangan bursa hari ini, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) tercatat menguat 0,57% atau 30,45 poin ke level 5.402,44. (Liputan6.com)

Jakarta, Aceh Bisnis - Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diproyeksi masih akan merosot pada perdagangan saham Kamis pekan ini.

Direktur Riset dan Investasi Kiwoom Sekuritas Indonesia, Maximilianus Nico Demus mengatakan, perang dagang masih menjadi sentimen eksternal yang menggiring IHSG berpeluang tertekan.

Dia memperkirakan, IHSG akan tertekan diperdagangkan pada support dan resistance di 6.200-6.300.

"Kemungkinan masih akan terkoreksi wajar sampai perdagangan hari ini," terangnya saat berbincang dengan Liputan6.com, Kamis (13/6/2019).

Sementara itu, Analis PT Jasa Utama Capital Chris Apriliony mengatakan, IHSG masih berpeluang bergerak ke zona hijau untuk Kamis pekan ini.

Itu disokong oleh isu keamanan dan pemangkasan suku bunga oleh bank sentral Amerika Serikat (AS) atau The Federal Reserve (The Fed) pada 2019.

Ia memproyeksikan, IHSG berpeluang naik pada support resistance di 6.260-6.300.

Untuk perdagangan saham hari ini, Jasa Utama Capital merekomendasikan saham PT Surya Citra Media Tbk (SCMA), PT Indika Energy Tbk (INDY), dan PT Sat Nusapersada Tbk (PTSN).

Sedangkan Kiwoom Sekuritas menyarankan saham PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGAS), PT AKR Corporindo Tbk (AKRA), serta PT Malindo Feedmil Tbk (MAIN).

Komentar

Loading...