Wabup Abdya Senang Dikiritik Geranat

Foto Wabup Abdya Muslizar MT.

Blangpidie, AcehBisnis - Wakil Bupati Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya) Muslizar MT mengaku senang dikritik oleh masyarakat termasuk oleh mahasiswa yang tergabung dalam Gerakan Abdya Sejahtera (Geranat) seperti dalam aksi demo mereka Selasa (11/6/2019) di Kantor Bupati Kabupaten itu.

"Pemkab Abdya memberikan apresiasi yang tinggi kepada Geranat. Inilah yang terbaik yang mampu mengingatkan kami,"kata Muslizar MT dihadapan para pendemo.

Menurutnya, saat pihaknya lupa dan lalai, kalian (Geranat) datang. "Mudah-mudahan setelah ini kembali bagus dan lebih baik,"sebut Muslizar MT.

Muslizar MT menjelaskan, kritikan dan dukungan dari masyarakat Abdya sangat dharapkan oleh Bupati Akmal Ibrahim dan Wabup Muslizar dalam memimpin Kabupaten ini. "Tidak mesti banyak kalian datang, ada 15 orang saja kalian datang kemari tetap kami layani dengan baik,"katanya.

Wabup juga menjawab satu persatu tuntutan para mahasiswa dalam aksi damai itu. Misalnya mengenai kelanjutan pembangunan pabrik PKS saat ini suratnya sudah di meja Gubernur, karena PKS ini adalah pabriknya milik provinsi, sementara tanahnya milik Abdya. Artinya peralihan aset PKS juga masih dalam proses.

Mengenai harga gabah yang semakin turun, Muslizar menyebutkan, Tahun 2019 Pemerintah Kabupaten Abdya telah menganggarkan pembangunan rumah mesin umum atau pabrik padi senilai Rp10 Miliar.

"Kalau ini selesai dibangun maka petani bisa jual gabah di sini, tidak perlu ke agen luar. Karena dengan ada mesin itu, beras kita bisa seperti blekok, piring nasi dan beras yang bagus lain,"katanya.

Selain menjelaskan masalah harga gabah dan PKS, Wabup juga menjelaskan tuntutan kelanjutan AKN, dan Meuligo bupati yang baru. Termasuk siap merealisasikan janji politiknya.

Komentar

Loading...