Nasdem: PAN dan Demokrat Harus Jelas DNA-nya Kalau Ingin Gabung Koalisi Jokowi

Ketua Umum Partai NasDem, Surya Paloh dan Sekjen Partai NasDem, Johnny G Plate saat di Kantor DPP NasDem, Jakarta. (Liputan6.com/Fery Pradolo)

Jakarta - Sekjen Partai NasDem Johnny G Plate meminta Partai Amanat Nasional (PAN) dan Partai Demokrat memperjelas arah politiknya. Hal itu perlu dilakukan jika dua partai itu ingin bergabung ke Koalisi Indonesia Kerja (KIK) pendukung Joko Widodo-Ma'ruf Amin.

"Tapi, kalau bergabung di kabinet, ya sikap politiknya juga harus jelas DNA-nya, jangan di kabinet iya, keluar dari situ menentang kebijakan misalnya," kata Johnny di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (10/6).

"Di luar kabinet menentang kebijakan, akan tidak terjadi sinkron, nah itu nanti kan di kabinet juga tidak bisa efektif," sambungnya.

Johnny belum bisa memastikan sikap PAN dan Demokrat yang saat ini masih bergabung dalam koalisi Capres nomor urut 02 Prabowo Subianto. Namun, dia hanya mengingatkan sikap dua partai itu harus tetap diperjelas ke depannya.

"Sikapnya harus menjadi jelas, kalau sekarang belum jelas nanti harus membuat jelas sebagaimana kami yang jelas. Sikap kami kan jelas gitu loh. Jadi kalau mau bergabung harus jelas," ungkapnya

Meski begitu, Johnny berharap KIK tetap solid. Serta terus bergotong royong dan membuka ruang kerja kabinet.

"Kami buka ruang kerja sama, banyak masalah negara yang bisa (diselesaikan) bersama-sama. Termasuk presiden membuka ruang kerja sama di kabinet," ucapnya.

Sekretaris Jenderal Partai Demokrat Hinca Panjaitan sebelumnya menegaskan partainya akan tetap bersama Badan Pemenangan Nasional Prabowo-Sandi hingga proses gugatan hasil Pilpres 2019 di Mahkamah Konstitusi (MK) selesai. Hal itu dilakukan bersama-sama dengan partai politik koalisi pendukung Prabowo-Sandi lainnya.

"Posisi partai partai politik koalisi pendukung Paslon 02 menuntaskan perjuangan itu di MK. Mari kita ikuti dan lakoni bersama sampai selesai. Itulah esensinya berkoalisi dan PD (Partai Demokrat) setia berada di jalur itu," katanya pada wartawan, Senin (10/6/2019).

Pernyataan Berbeda Demokrat

Namun pernyataan berbeda muncul dari Wasekjen Partai Demokrat Rachlan Nashidik. Dia meminta capres 02 untuk segera membubarkan Koalisi Indonesia Adil Makmur. Karena ajang pilpres telah selesai.

"Pak @prabowo, Pemilu udah usai. Gugatan ke MK adalah gugatan pasangan Capres. Tak terpilih peran Partai. Saya usul, kamu segera bubarkan Koalisi dalam pertemuan resmi yang terakhir," kata Rachlan dalam akun Twitter resminya, Minggu (9/6).

Tak hanya koalisi Prabowo-Sandi yang diminta bubar oleh Rachlan. Koalisi Indonesia Kerja (KIK) pendukung Jokowi-Ma'ruf juga diminta segera membubarkan diri.

"Anjuran yang sama, bubarkan Koalisi, juga saya sampaikan pada Pak @ jokowi. Mempertahankan koalisi berarti mempertahankan perkubuan di akar rumput," ucap dia.

"Artinya mengawetkan permusuhan dan memelihara potensi benturan dalam masyarakat. Para pemimpin harus mengutamakan keselamatan bangsa," sambung Rachlan.

Komentar

Loading...