Investor Kembali Ramaikan Bursa, IHSG Diprediksi Kinclong

Suasana pergerakan perdagangan saham perdana tahun 2018 di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Selasa (2/1). Perdagangan bursa saham 2018 dibuka pada level 6.366 poin, angka tersebut naik 11 poin. (Liputan6.com

Jakarta - Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diperkirakan masih akan melanjutkan penguatan pada perdagangan saham Selasa ini.

IHSG berpeluang besar ke zona hijau didukung sentimen internal yang kini dinilai masih kondusif hingga eksternal dari Bank Sentral Amerika Serikat (AS) atau The Fed.

Dari dalam negeri, Analis PT Artha Sekuritas Juan Harahap menjelaskan, investor mulai masuk kembali ke pasar saham setelah libur panjang Hari Raya Idul Fitri. Begitu pun dengan data inflasi yang baru dirilis juga dinilai baik oleh investor.

"Dari global, penguatan di dorong oleh indikasi the Fed akan menurunkan suku bunga. Hari ini kemungkinan IHSG akan diperdagangkan di kisaran 6.265-6.323," jelasnya di Jakarta, Selasa (11/6/2019).

Sementara itu, Analis Reliance Sekuritas Lanjar Nafi Taulat Ibrahimsyah mengungkapkan, ke depan investor akan menanti beberapa data inflasi utama dari AS hingga Eropa.

Sedangkan dari dalam negeri investor akan menanti data pertumbuhan penjualan sepeda motor, mobil dan pinjaman baru secara tahunan (YoY) dimana semua indikator tersebut diekspektasi tumbuh cukup baik.

Namun, Lanjar justru memperkirakan IHSG dari sisi teknikal menunjukan pelemahan. Sinyal terkoreksi tersebut menurutnya akan membawa IHSG ke rentang support dan resistance 6200-6304.

"Dari Reliance Sekuritas, kami sarankan untuk mulai melakukan aksi ambil untung dengan harga yang terbaik," terangnya.

Adapun pada hari ini dari Reliance Sekuritas menyarankan investor untuk membeli saham PT Wijaya Karya Beton Tbk (WTON), PT Erajaya Swasembada Tbk (ERAA), hingga PT Vale Indonesia Tbk (INCO).

Kemudian dari Artha Sekuritas merekomendasikan saham PT Surya Citra Media Tbk (SCMA), PT Wijaya Karya Tbk (WIKA), PT PP (Persero) Tbk (PTPP).

Komentar

Loading...