Sidak Mudik Lebaran, Ombudsman: Infrastruktur Harus Jadi Perhatian

Ombudsman RI Perwakilan Aceh juga melaksanakan tugas untuk melakukan sidak ke beberapa tempat di wilayah Aceh.

Banda Aceh, AcehBisnis - Ombudsman Republik Indonesia dan seluruh perwakilan secara serentak melakukan Inspeksi Mendadak (Sidak) terhadap fasilitas dan pelayanan publik saat libur lebaran. Ombudsman RI Perwakilan Aceh juga melaksanakan tugas untuk melakukan sidak ke beberapa tempat di wilayah Aceh.

Adapun objek yang menjadi pantauan sidak Ombudsman Aceh kali ini antara lain Puskesmas, Pos Damkar, Pos Pengamanan Lebaran dan Fasilitas Jalan Umum.

"Guna pelaksanaan sidak kali ini, Ombudsman Perwakilan Aceh membentuk 3 tim untuk mengcover beberapa kabupaten/kota di Aceh," katanya Senin (10/6/2019).

Taqwaddin didampingi Asisten Bidang Pencegahan, Ilyas Isti menjelaskan, Tim 1 melakukan pemantauan di Banda Aceh dan Aceh Besar, Tim 2 memantau di Bireuen dan Langsa, sementara Tim 3 memantau di Aceh Jaya dan Aceh Selatan.

"Tim dari Ombudsman Aceh mulai melaksanakan sidak sejak tanggal 3 Juni hingga 9 Juni 2019," katanya lagi.

Berdasarkan laporan dari tim lapangan, pelayanan yang diberikan oleh Pos Pam Lebaran sudah maksimal. Pada pos itu, tersedia petugas dari berbagai unsur, baik dari TNI/Polri, Dishub, Satpol PP, Damkar, Medis dan Relawan RAPI.

Namun, ada beberapa Pos Pam Lebaran yang petugas Damkar dan medisnya tidak stay di pos, melainkan bertugas di Puskesmas dan Pos Damkar karena kekurangan personel untuk menetap di Pos Pam Lebaran. Akan tetapi, pihak tersebut siaga 24 jam jika Pos Pam membutuhkan dan saling berkoordinasi.

"Iya, ada beberapa pos yang petugas Medis dan petugas damkarnya tidak tersedia karena kekurangan personil, tapi mereka siap 24 jam ketika terjadi sesuatu, baik di jalan maupun di rumah-rumah masyarakat" jelas Taqwaddin.

Adapun hal lain yang menjadi temuan pihak Ombudsman Aceh yaitu pada jalan dan jembatan. Ada beberapa jembatan yang sudah dibangun, namun belum rampung sehingga menimbulkan kemacetan sampai 5 kilometer, khususnya di wilayah Barat Selatan.

Selanjutnya, ada beberapa titik badan jalan yang tidak dilengkapi dengan pembatas, sehingga menimbulkan terjadinya kecelakaan, seperti di kawasan Geurutee, Aceh Jaya.

"Temuan tim dilapangan, ada beberapa jembatan di wilayah barat selatan yang belum rampung, seharusnya proses pengerjaannya dipercepat mengingat mudik lebaran sehingga tidak terjadi kemacetan parah yang membuat kekecewaan masyarakat," katanya.

Selanjutnya, badan jalan yang tidak dilengkapi dengan marka dan pembatas, khususnya pada daerah pegunungan yang inimal harus ada pita kejut guna meminimalisir kecelakaan.

"Kita berharap ini menjadi perhatian serius dari pemerintah, baik pihak Balai Jalan Nasional, Pemerintah Aceh dan Pemerintah Kabupaten/Kota. Hal ini penting menjadi kepedulian kita semua guna menghindari terjadinya kecelakaan lalu lintas," tambahnya. (hfz/ded)

Komentar

Loading...