Pembunuhan di Aceh Singkil Terungkap, Korban Sopir Travel

Banda Aceh - Kasus penemuan mayat lelaki di semak-semak di Aceh Singkil tepatnya di kawasan Gampong Bulusema, Kecamatan Suro pada Sabtu (1/6/2019) lalu akhirnya terungkap. Korban diketahui sebagai korban pembunuhan dan perampokan.

Dir Reskrimum Polda Aceh, Kombes Pol Agus Sarjito mengatakan, pelaku pembunuhan dan perampokan itu sendiri ditangkap Sabtu (8/6/2019) siang kemarin di kawasan Kecamatan Darul Makmur, Nagan Raya setelah polisi melakukan penyelidikan.

"Korban yakni Syafriansyah (26), warga Gampong Sianjo-anjo, Kecamatan Gunung Meriah, Aceh Singkil merupakan  seorang sopir travel. Sementara pelaku yakni HN (32), Karyawan Swasta, warga Krueng Itam Tadu Raya, Nagan Raya," ujarnya Minggu (9/6/2019).

Penangkapan pelaku sendiri dilakukan oleh Sat Reskrim Polres Aceh Singkil yang dibantu oleh personel Polsek Darul Makmur Polres Nagan Raya yang melakukan pengintaian di wilayah itu terhadap sebuah mobil Toyota Kijang LGX hitam yang dibawa oleh pelaku.

"Setelah terpantau pelaku pun dikejar, tim menghadang mobil itu. Saat diperintahkan turun pelaku tidak mau turun langsung tancap gas bahkan hampir menabrak seorang petugas," kata Agus.

Pengejaran berlanjut dan akhirnya pelaku berhenti setelah petugas menembakkan tembakan peringatan ke udara dua kali. HN menyerah dan mengakui perbuatannya yang telah merampok dan membunuh korban. Ia pun digelandang ke Mapolres Aceh Singkil untuk diproses lebih lanjut.

"Saat itu pelaku berpura-pura menjadi penyewa mobil travel, ia menelepon mandor travel kemudian memesan tiket mobil dan meminta sopir untuk ke Medan, Sumatera Utara. Ia meminta dijemput di tempat yang telah diatur untuk memudahkan niat jahatnya," jelas Direktur.

Saat ini, pelaku dan barang bukti mobil Kijang tersebut masih diamankan di Mapolres Aceh Singkil. Perampokan yang diakhiri dengan pembunuhan ini diketahui nekat dilakukan pelaku karena faktor ekonomi.

"Kasus ini masih dalam penyelidikan dan pengembangan lebih lanjut oleh Sat Reskrim Polres Aceh Singkil. Pelaku terancam Pasal 338 jo 340 ancaman penjara seumur hidup atau hukuman mati," tambah mantan Dir Resnarkoba Polda Aceh ini.()

Komentar

Loading...