Harga Emas Dekati Level Tertinggi karena Harapan Penurunan Bunga

Ilustrasi Logam Mulia (iStockphoto)

Jakarta - Harga emas kembali menguat pada penutupan perdagangan Rabu (Kamis pagi waktu Jakarta), setelah melonjak ke level tertinggi dalam 15 pekan.

Pendorong utama kenaikan harga emas adalah kekhawatiran akan pelemahan pertumbuhan ekonomi global. Selain itu, ekspektasi pemotongan suku bunga Bank Sentral AS atau the Fed juga mendorong investor untuk berbodong-bondong memborong emas.

Mengutip CNBC, Kamis (6/6/2019), harga emas di pasar spot naik 0,4 persen ke level USD 1.329,57 per ounce. Harga logam mulia ini sebelumnya telah melonjak sebanyak 1,4 persen menjadi USD 1.343,86 per ounce, dalam jarak yang sangat dekat dari puncak 10 bulan di USD 1.346,73 per ounce.

Sedangkan harga emas berjangka AS naik 0,4 persen pada USD 1.333,60 per ounce.

"Pidato Powell (Gubernur the Fed) kemarin tentang bagaimana dia akan mengawasi ekonomi untuk potensi menurunkan suku bunga memberikan tawaran yang sangat baik untuk emas," kata Michael Matousek, kepala Perdagangan di U.S. Global Investors.

Pada hari Selasa, Gubernur the Fed Jerome Powell tidak lagi mengatakan akan bersabar dalam menentukan penyesuaian suku bunga. Dlama pidato tersebut, Powell mengatakan bank sentral akan merespons sebagaimana mestinya.

Harga emas naik karena ekspektasi penurunan suku bunga. Jika suku bunga lebih rendah maka akan mengurangi membebani gerak dolar AS sehingga menguntungkan harga emas.

The dollar index jatuh ke level terendah dalam delapan minggu setelah data menunjukkan pengusaha swasta AS menambahkan pekerjaan paling sedikit pada periode mei, sejak 2010,

Data ini memperparah kekhawatiran akan pertumbuhan ekonomi AS dan bisa menjadi mangsa perang dagang yang memanjang.

Komentar

Loading...