Sekda: Pertanian dan Perikanan Jadi Sektor Andalan Pembangunan di Aceh Besar

Aceh Bisnis

Aceh Besar, Aceh Bisnis - Sekretaris daerah kabupaten (Sekdakab) Aceh Besar Iskandar mengatakan, Aceh Besar merupakan salah satu wilayah paling dahsyat terdampak bencana gempa dan tsunami dahsyat yang menerjang Provinsi Aceh di pengujung tahun 2004.

"Sedikitnya, 100.000 jiwa penduduk yang tersebar pada 8 kecamatan di Aceh Besar hilang dan meninggal dunia, dan hampir seluruh bagunan hancur di Kabupaten Aceh Besar hancur akibat musibah itu,"jelas Iskandar.

Hal itu disampaikannya saat menerima kunjungan anggota DPRD Kabupaten Langkat, Provinsi Sumatera Utara, yang tergabung dalam Badan Pembentukan Peraturan Daerah (Bapemperda) di Aceh Besar, Kamis (23/5/2019).

Namun, kata dia, secara berangsur-angsur, kini pembangunan telah bangkit dan aktivitas ekonomi masyarakat kembali normal di Aceh Besar

Dalam pertemuan itu, Sekdakab Aceh Besar ini juga menjelaskan, secara singkat berbagai potensi dan potret pembangunan yang telah dilakukan selama ini.

“Sektor pertanian dan perikanan merupakan andalan pembangunan di Aceh Besar, dalam meningkat perekonomian masyarakat di Kabupaten tersebut,"ungkapnya.

Selain itu, Iskandar menjelaskan, berkat dukungan dan kerja keras semua pihak, Pemkab Aceh Besar beberapa hari lalu memperoleh opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) ke-7 yang diserahkan oleh Plt Kepala BPK Perwakilan Provinsi Aceh, Syafruddin Lubis.

Selain itu, pihaknya juga sangat berterima kasih atas kunjungan dari Sekdakab dan DPRD Langkat yang telah melakukan kunjungan kerja ke Kabupaten Aceh Besar.

Sementara itu, Ketua Bapemperda DPRD Langkat, Nurul Azhar Lubis menjelaskan, tujuan kunjungan tersebut adalah menyangkut tentang tugas pokok dan fungsi Bapemperda, Perda-perda Inisiatif DPRD, Evaluasi dan fasilitas Ranperda.

Selain itu juga terkait denga kekhasan yang dimiliki Aceh Besar, termasuk cara mengelola pendidikan madrasah dan penerapan pendidikan islami di jenjang pendidikan.

“Kami sangat berterima kasih atas berbagai masukan dan penjelasan dari pejabat Pemkab dan DPRK Aceh Besar, sehingga diharapkan dapat kami terapkan di Kabupaten Langkat,”ujar Nurul Azhar.

Sementara itu, anggota DPRK Aceh Besar Nasruddin M Daud menambahkan, kerjasama dan jalinan silaturahmi antara DPRK Aceh Besar dan DPRD Langkat tersebut bisa terus ditingkatkan lagi di masa-masa mendatang.

Pertemuan tersebut, jelasnya, sangat penting untuk saling berbagai ilmu dan pengalaman, sehingga dapat diterapkan dalam menyukseskan program pembangunan daerah dan pelayanan kepada masyarakat di masing-masing kabupaten.(rel/ded)

Komentar

Loading...