Warga Nagan Raya Konsumsi Ikan Diduga Tercemar Limbah

ilustrasi: Seorang nelayan membuang ikan nila yang mati di tambak jaring sekat miliknya di Waduk Karangkates, desa Sukowilangun, Kalipare, Malang,. Jawa Timur, Rabu (24/9). (ANTARA)

Suka Makmue, Aceh Bisnis - Warga di Dusun Gagak, Desa Lamie, Kecamatan Darul Makmur, Kabupaten Nagan Raya, Provinsi Aceh, hingga kini masih mengkonsumsi ikan air tawar yang diduga tercemar limbah industri kelapa sawit yang menyebabkan ikan di aliran sungai di desa setempat mati dan mengambang ke permukaan.

"Warga mengkonsumsi ikan air tawar ini karena saat ikan tersebut mengapung, kondisi ikan belum mati," kata Murtaza, warga Desa Lamie, Darul Makmur, Nagan Raya, Selasa.

Warga mengambil ikan tersebut karena selama ini aliran sungai itu merupakan tempat untuk mencari dan memancing ikan.

"Biasanya rasa ikan segar dan ada rasa yang khas. Tapi kalau yang ini berbeda, ada bau yang tidak sedap," tambah Murtaza.

Meski sebagian warga di desa setempat sudah mengkonsumsi ikan air tawar yang diduga terkontaminasi dengan limbah tersebut, namun mereka mengaku tidak mengalami apa-apa.

Masyarakat di desa setempat mengaku masih bisa beraktivitas seperti biasa dan tidak mengeluh dengan kondisi kesehatan mereka.

Sementara itu, Kepala Desa Lamie, Kecamatan Darul Makmur, Nagan Raya, Afrizal kepada Antara mengatakan warganya banyak mengambil ikan yang diduga sudah tercemar limbah kelapa sawit untuk dikonsumsi.

Pada aliran sungai Alue Gajah yang tercemar tersebut selama ini terdapat beraneka jenis ikan air tawar, dan setiap hari dikunjungi warga untuk menangkap ikan untuk konsumsi hari-hari.

"Kami berharap masalah ini dapat segera teratasi, sehingga masyarakat tidak dirugikan," pinta Afrizal.

Komentar

Loading...