Sering Terjadi Kelangkaan Gas, Pertamina Tambah Pasokan Elpiji 3 Kg ke Aceh

acehbisnis.coilustrasi elpiji 3 kg

Banda Aceh, Aceh Bisnis - Pertamina Marketing Operation Region (MOR) I menambah penyaluran elpiji 3 kilogram subsidi di sejumlah Kabupaten/Kota di Provinsi Aceh, hal itu untuk mengantisipasi terjadinya lonjakan permintaan gas elpiji selama bulan Ramadhan 1440 Hijriyah.

Dalam Minggu pertama, Pertamina menambah penyaluran lebih kurang 1 juta tabung, atau meningkat 11 persen dari penyaluran normal. “Gas elpiji 3 kg tersebut telah digelontorkan ke pangkalan-pangkalan sejak awal Mei 2019,”kata Branch Marketing Manager Aceh, Awan Raharjo, di Banda Aceh.

Dikatakannya, penambahan gas subsidi pemerintah ini untuk merespon peningkatan konsumsi elpiji di Provinsi paling ujung barat Indonesia ini selama bula puasa.

“Konsumsi elpiji 3 kg di Aceh meningkat diantaranya karena pelaksanaan tradisi Meugang. Sehingga kami menambah penyaluran ke 2.480 pangkalan di wilayah Aceh,”jelas dia.

Ia juga menyatakan, ada sejumlah daerah yang dilakukan penambahan penyaluran gas tersebut yakni di Kabupaten Aceh Utara sebanyak 12.700 tabung per hari, Kota Lhoksemawe sebanyak 5.000 tabung per hari.

“Penambahan ini juga untuk merespon isu kelangkaan elpiji 3 kg yang beredar di masyarakat selama ini,”ungkap Branch Marketing Manager Aceh ini.

Sementara Aceh Tengah yang juga dilanda isu kelangkaan, telah ditambah penyaluran sebanyak 11 persen dari konsumsi normal. Hampir 3.300 tabung elpiji 3 kg disebar ke 92 pangkalan di Aceh Tengah.

“Kami menengarai isu ini sengaja disebar pengecer. Karena mereka mendapat keuntungan jika lebih banyak elpiji yang digelontorkan,”jelas Awan.

Untuk itu, kata dia, pihaknya meningkatkan koordinasi dengan Pemda melalui rapat bersama Tim Penanggulangan Inflasi Daerah (TPID), Pertamina menyampaikan perlunya peningkatan pengawasan penyaluran elpiji 3 kg.

“Alokasi elpiji 3 kg untuk Aceh rata-rata 2,41 juta tabung per bulan. Sementara jumlah masyarakat miskin di Aceh sesuai data BPS pada September 2018 sejumlah 831.500 jiwa. Jika tepat sasaran bagi masyarakat miskin, maka per keluarga miskin mendapat 11 tabung per bulan,”terangnya.

Namun alokasi rata-rata per bulan di Aceh sebanyak 2,41 juta tabung tersebut tidak akan mencukupi jika dikonsumsi oleh total penduduk Aceh sebanyak lebih dari 5 juta jiwa. Sehingga diperlukan pengawasan yang lebih ketat agar penyaluran elpiji 3 kg tepat sasaran kepada masyarakat miskin.

“Kami mengajak seluruh Pemda untuk bersama pro aktif melakukan pengawasan di lapangan. Pertamina siap bersama perangkat Pemda seperti Satpol PP, mengadakan sidak secara kontinyu ke agen dan pangkalan,”pungkasnya.(rel/ded)

Komentar

Loading...