OSO Securities: IHSG Berpeluang Menguat

Pekerja mengecek layar indeks saham gabungan di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Selasa (4/4). Pada pemukaan indeks harga saham gabungan (IHSG) hari ini naik tipis 0,09% atau 4,88 poin ke level 5.611,66. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Jakarta, Aceh Bisnis - Pada perdagangan awal pekan ini (6/5), IHSG ditutup melemah 1% ke level 6.256,35. Sebanyak sembilan dari sepuluh indeks sektoral berakhir dalam teritori negatif, sektor industri dasar dan keuangan memimpin pelemahan masing masing sebesar 2,05% dan 1,96%.

Adapun saham yang menjadi pemberat indeks di antaranya: BBRI, BBNI, BBCA, SMGR, BMRI. Sementara itu pelaku pasar asing membukukan aksi jual bersih (netsell) sebesar Rp 836 miliar. Nilai tukar rupiah terdepresiasi sebesar 0,32% ke level Rp 14.298.

Sementara itu pada perdagangan semalam (6/5) bursa saham Wall Street kompak ditutup dalam teritori negatif, di mana Dow Jones turun 0,25%, S&P 500 melemah 0,45% dan Nasdaq negatif 0,50%.

Pelemahan tersebut terjadi setelah adanya pernyataan dari presiden AS Donald Trump yang mengancam akan menaikkan impor produk China hingga 25% atau senilai US$ 200 miliar, serta membuka peluang untuk memperpanjang bea masuk produk China sebesar 25% atau mencapai US$ 325 miliar.

Hal tersebut dinilai oleh para pelaku pasar bahwa perundingan perdagangan diantara kedua negara menjadi sedikit alot, serta memunculkan kembali kekhawatiran akan perlambatan ekonomi global.

IHSG ditutup turun sebesar 1% ke level 6.256. IHSG ditutup bullish candle. Adapun indikator Stochastic bearish dan MACD histogram bergerak negatif dengan tren volume turun. Diperkirakan IHSG berpeluang rebound menguat dengan pergerakan di kisaran 6.221-6.397.

Komentar

Loading...