Festival Ramadhan Wisata Baru Bagi Wisatawan Muslim Dunia

Banda Aceh - Festival Ramadhan 2019 yang merupakan even perdana yang digelar di Serambi Mekkah itu, akan menjadi sebuah ajang menarik, dan membawa pengalaman baru bagi wisatawan muslim dunia selama berada di Provinsi Aceh.

Festival Ramadhan tidak hanya memperkenalkan Aceh sebagai destinasi wisata halal dengan sebutan Serambi Mekah yang sarat dengan budayanya yang Islami, tapi juga mengajak wisatawan muslim melaksanakan ibadah puasa dengan penuh khidmat dan berkah selama di Aceh.

Karena bulan Ramadhan selalu dirayakan istimewa oleh masyarakat Aceh dengan berbagai aktivitas ibadah, meramaikan masjid, kegiatan sosial, sampai merawat tradisi meugang, juga aneka kuliner warisan indatu disiapkan untuk menu berbuka.

Berbagai tradisi dan aktivitas yang sarat dengan nilai-nilai Islam ini, pada dasarnya merupakan keunikan tersendiri yang kita miliki, yang telah menarik wisatawan dari luar untuk berkunjung ke Aceh, guna merasakan pengalaman ramadhan di Aceh, terutama wisatawan-wisatawan dari negeri jiran, Malaysia.

Apalagi, Destinasi wisata berbasis halal sedang menjadi “trending topic” yang dibicarakan sebagai segmen pasar baru dalam industri pariwisata Nasional dan Internasional saat ini. Bahkan, beberapa negara non-Muslim, seperti Thailand, Jepang, Singapura, Korea dan Australia telah berhasil mengembangkan wisata halal  sebagai  brand  utama industri pariwisata mereka.

Potensi inilah yang kemudian kita coba manfaatkan, salah satunya dengan menggelar Festival Ramadhan 2019 di Ibu Kota Provinsi itu. Melalui event wisata Islami dengan tagline “Wonderful Ramadhan in Aceh, bisa menjadi wisata baru bagi wisatawan muslim dunia yang ingin menikmati puasa di Provinsi yang berpenduduk lima juta jiwa tersebut.

“Festival Ramadhan 2019 yang digelar mulai 7 Mei hingga 22 Mei 2019 ini, akan menjadi sebuah ajang menarik dan membawa pengalaman baru bagi wisatawan muslim selama berada di Aceh,”kata Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Aceh Jamaluddin di Banda Aceh.

Ia menjelaskan, dalam kegiatan yang akan berlangsung selama 2 pekan ini, beragam aktifitas akan digelar selama Festival Ramadhan, seperti sajian beragam kuliner untuk berbuka, beragam atraksi wisata Islami, talkshow, tausyiah, dan lain sebagainya.

Selain itu, kata dia, pada festival yang berpusat di area Taman Budaya, Banda Aceh ini, masyarakat atau pengunjung juga dapat menikmati berbagai atraksi seni saat malam tiba sekitar pukul 21.30 WIB hingga selesai. “Karena usai berbuka dan shalat tarawih masyarakat dapat datang lagi ke arena festival sejak pukul 21.30 WIB,”jelasnya.

Jamaluddin menyebutkan, festival ramadan ini diikuti sebanyak 24 stand kuliner dan 16 stand non-kuliner. Dan mereka semua adalah masyarakat yang berpenghasilan menengah ke bawah. “Sebenarnya masih banyak yang mau ikut, tetapi karena tidak cukup space (ruang), makanya kita tunda dulu untuk tahun festival tahun ini,”terangnya.

“Festival Ramadan 2019 iini sebagai salah satu event wisata Islami yang masuk dalam Calendar of Event (COE) Aceh. Melalui perhelatan festival ini diharapkan bisa menyemarakkan bulan suci Ramadhan dengan ragam kegiatan yang bersifat syiar dan syair,”paparnya.

Sementara itu, Pelaksana Tugas Gubernur Aceh, Nova Iriansyah meminta semua pihak untuk proaktif mempromosikan destinasi wisata Islami di provinsi paling barat Indonesia guna meningkatkan arus kunjungan wisatawan.

“Kita harus mempetegas jati diri sebagai daerah yang menerapkan hukum Syariah Islam dan jika itu kita kemas lalu di promosikan berpotensi meningkatkan kunjungan wisatawan,” kata Nova saat membuka kegiatan Festival Ramadhan 2019 di Banda Aceh, Selasa (7/5/2019).

Plt Gubernur Aceh mengharapkan semua kegiatan dapat berjalan dengan lancar, dan semoga Festival Ramadhan 2019 akan menjadi pengalaman baru yang berkesan bagi setiap pengunjung dan wisatawan, khususnya dari Malaysia, sehingga, Festival Ramadhan 2019 menjadi salah satu paket wisata favorit keluarga mereka di Aceh.

Untuk itu, kami mendukung Festival Ramadhan ini agar bisa diupayakan menjadi even tahunan, dan juga agar bisa masuk dalam Calendar of Event Nasional. “Oleh karena itu, Dinas Kebudayaan Pariwisata Aceh dan pihak-pihak terkait agar dapat memastikan semua aspek penyelenggaraan kegiatan dilaksanakan dengan sebaik-baiknya. Sehingga, para pengunjung merasa puas, dan pelaksanaan even mendatang akan semakin meriah lagi,”pintanya.

Apalagi, sebut Nova, Aceh merupakan daerah yang kental dengan nuansa syariat Islamnya terus berbenah, mempercantik diri sebagai tuan rumah melalui semangat wisata halal dalam menyambut wisatawan untuk menikmati pesona wisata Aceh, khususnya pesona pada bulan suci Ramadaan.

“Kita harapkan  event yang dikemas dalam nuansa syariat Islam ini mampu membawa keberkahan kepada masyarakat, terutama yang menggerakkan Industri Kecil Menengah (IKM) di Provinsi Aceh,”ujar Nova.

Dikatakannya, event ini sebagai wujud menggelorakan semangat syariat Islam yang selama ini kerap dipandang salah satu penghalang dunia kepariwisataan. “Saya yakin, melalui penerapan itu kita bisa menjalankan pariwisata, jadi tidak perlu minder,”papar Nova.

Ia juga menyarankan agar pelaksanaan acara wisata perlu juga memperhatikan kualitas kegiatan nya. Dirinya mendukung jika secara kuantitatif banyak event yang diselenggarakan, namun kualitasnya harus ditingkatkan secara perlahan. “Kita diberi tugas untuk menambah angka kunjungan wisatawan ke Indonesia. COE Aceh secara kuantitatif kita mendukung, tapi secara kualitatif harus ditingkatkan secara pelan-pelan,”ungkapnya.

“Indonesia dan khususnya Aceh, yang sebagian besar penduduknya muslim, harus terus berupaya merebut peluang besar itu, dengan mengembangkan wisata halalnya, guna menarik lebih banyak wisatawan,”pungkasnya.(adv)

Komentar

Loading...