Harga Daging Meugang di Abdya Capai Rp 200.000 Per Kilogram

Acehbisnis.comSuasana tempat penjualan daging meugang di Kecamatan Manggeng, Abdya. foto (Yura/Acehbisnis)

Blangpidie, Aceh Bisnis - Harga daging sapi dan kerbau pada perayaan "Hari Meugang" menyambut Bulan Suci Ramadhan 1438 H di sejumlah kecamatan dalam wilayah Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya) Sabtu (4/5/2019) dilaporkan melambung tinggi mencapai Rp190.000-200.000 perkilonya.

"Mahal sekali harga daging meugang kali ini. Saat saya tawarkan langsung dibilang Rp200.000,"kata Rahmat, seorang warga Manggeng Raya kepada AcehBisnis Sabtu (4/5/2019) di lokasi penyembelihan hewan Meugang di Lapangan Bola Kaki Gampong Seuneulop.

Menurutnya, mahalnya harga daging sudah terjadi sejak pukul 06.00 pagi hingga pukul 10.00 Wib. Saat masyarakat menawarkan, harga daging mencapai Rp200.000, pedagang baru menurunkan harga daging mencapai Rp190.000, itu hanya diberikan kepada orang yang dikenal saja. Sementara orang yang tidak dikenal tetap dengan angka Rp200.000/kgnya.

"Mahal sekali, seharusnya harga daging ini harus ditekankan supaya tidak memberatkan. Kasihan masyarakat, pemerintah harus segera mengeluarkan aturan dan menertibkan masalah ini,"sebut Rahmat.

Menurutnya, harga daging sekarang sudah sangat luar biasa mahal karena tahun lalu mencapai Rp170.000-180.000/kgnya dan ini juga sudah mahal. Kejadian ini sepertinya sudah seenak hati pedagang menjual harga daging. "Ini tidak boleh dibiarkan dan harus segera ditertibkan oleh pemerintah,"katanya.

Sementara di Kecamatan Blangpidie yang lokasi penyembelihan ternak dilakukan di Pantai Krueng Beukah. Harga daging juga mencapai Rp180.000-200.000, sama juga di Manggeng Raya dan kecamatan lainnya di Abdya.

Sementara itu, seorang pedagang, Jamal Sabtu (4/5/2019) mengakui mahalnya harga daging meugang tahun ini. Menurutnya, mahalnya harga daging karena harga ternak cukup mahal sehingga merembes ke harga eceran dipasaran. Pedagang yakin kalau harga daging akan murah tetapi pemerintah harus mensubsidikan hewan ternak kepada pedagang saat meugang nanti.(yura/ded)

Komentar

Loading...