Ajak Jalan-jalan, Pemuda Ini Malah Perkosa Kenalan Barunya di dalam Mobil

Ilustrasi Foto Pemerkosaan dan Kejahatan Seksual (iStockphoto)

Banda Aceh, Aceh Bisnis - Seorang pemuda berinisial FS (19), warga asal Kecamatan Bendahara, Aceh Tamiang terpaksa berurusan dengan polisi karena aksi bejatnya. Pasalnya, ia telah menodai seorang gadis dibawah umur, sebut saja namanya Bunga (17), warga Aceh Utara.

Peristiwa ini terjadi di dalam sebuah mobil jenis Toyota Vios warna kuni30ng yang dikendarai oleh pelaku saat itu yang berjalan di kawasan Kecamatan Sampoiniet, Aceh Utara pada 26 April kemarin.

Dir Reskrimum Polda Aceh, Kombes Pol Agus Sarjito mengatakan, pelaku ditangkap setelah pihak keluarga korban membuat laporan ke Polres Aceh Utara, Senin (29/4/2019) kemarin.

"Saat itu pelaku janjian dengan korban hendak bertemu dan jalan-jalan ke Lhokseumawe. Korban pun dijemput menggunakan mobil yang dibawa pelaku," ujar Direktur Selasa (30/4/2019) malam.

Setelah FS menjemput korban di lokasi yang telah dijanjikan, mereka pun berjalan. Saat itu, korban duduk di sebelah pelaku, namun dalam perjalanan ternyata diketahui pelaku mengajak seorang temannya berinisial FR (22), warga Aceh Utara untuk ikut bersama.

"Teman korban ditugaskan untuk menyetir mobil, pelaku mengajak korban untuk duduk di belakang dengan alasan untuk mengobrol di belakang," kata mantan Dir Resnarkoba Polda Aceh ini.

Saat di belakang, tiba-tiba pelaku mencium bibir korban, memeluk tubuh korban serta memaksa korban untuk berhubungan badan layaknya suami-istri. Korban pun menolak dengan ajakan yang ditawarkan, namun pelecehan yang lebih liar pun terjadi terhadap korban.

"Pelaku membuka pakaian korban kemudian memasukkan kemaluannya ke dalam alat vital korban secara paksa," ungkap Agus.

Pasca kejadian itu, korban memberitahukan hal itu ke keluarganya sehingga dilaporkan ke polisi. Pelaku pun ditangkap saat itu juga, termasuk teman korban yang pada malam itu ditugaskan untuk menyetir mobil.

Dalam penangkapan ini, lanjut Agus, polisi mengamankan barang bukti berupa hasil visum rumah sakit yang menunjukkan bagian alat vital korban yang robek, sejumlah pakaian korban serta mobil yang digunakan pelaku saat itu.

"Saat ini masih diperiksa lebih lanjut, termasuk teman korban untuk mengetahui sejauh mana keterlibatannya dalam kasus ini. Pelaku dijerat Pasal 81 Ayat 2 Jo Pasal 82 Ayat 1 dari UU Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perubahan Atas UU Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak," tambahnya.(hfz/hfz)

Komentar

Loading...