Harga Emas Jatuh ke Level Terendah, Ini Penyebabnya

Penampakan emas batangan di gerai Butik Emas Antam di Jakarta, Jumat (5/10). Pada perdagangan Kamis 4 Oktober 2018, harga emas Antam berada di posisi Rp 665 ribu per gram. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Jakarta - Harga emas jatuh ke level terendah dalam empat bulan pada perdagangan selasa. Pendorong pelemahan harga emas tersebut karena penguatan dolar AS dan investor lebih suka mengoleksi aset-aset berisiko.

mengutip CNBC, Rabu (24/4/2019), harga emas di pasar spot turun 0,6 persen ke level USD 1.266,98 per ounce, setelah jatuh ke level terendah sejak 26 Desember di USD 1.265,90 per ounce.

Sedangkan harga emas berjangka AS turun 0,7 persen menjadi USD 1.268,70 per ounce.

"Emas tertekan di antara penguatan dolar AS, kenaikan bursa saham dan juga pasar obligasi," jelas George Gero, analis RBC Wealth Management.

“Harga emas mengambil tempat duduk di deretan paling belakang, menunggu sesuatu yang solid seperti angka inflasi atau beberapa perubahan politik di AS. Sampai saat itu, harga diperkirakan akan diperdagangkan dalam kisaran yang lebih rendah," tambah dia.

Dolar AS

Dolar AS bertahan mendekati level tertinggi dalam tiga minggu karena penurunan volatilitas pasar mendorong permintaan untuk aset berisiko. Dengan hasil obligasi AS yang lebih tinggi juga menawarkan dukungan untuk mata uang AS ini.

Selain itu, pasar saham yang menghijau dan mencetak posisi tertinggi dalam beberapa bulan terakhir juga menekan harga emas.

Serangan terhadap gereja dan hotel mewah di Sri Lanka pada hari Minggu menewaskan lebih dari 300 orang dan melukai lebih dari 500 orang menambah hambatan bagi emas karena orang glebih memiih untuk mengoleksi dolar AS.

Komentar

Loading...