Rotan Dikirim ke Cirebon, Warga Aceh Peroleh Rp 1 Juta Per Hari

Pekerja menjemur komoditas hasil hutan non kayu, jenis rotan 'slimit' di usaha penampungan rotan olahan, Gampong Doy, Banda Aceh, (3/11/2018). Aceh merupakan salah satu sentra produksi rotan terbesar di Sumatera yang setiap tahunnya memproduksi sekitar 250.000 ton rotan mentah, sekitar 75 persen di antaranya dipasarkan ke Medan dan Cirebon, sisanya 25 persen untuk kebutuhan lokal industri rumahan kerajinan rotan. (Antara Aceh/Ampelsa)

Meulaboh, Aceh Bisnis - Pemerintah Kabupaten Aceh Barat memastikan rotan yang merupakan hasil hutan kini sudah mulai dikirim ke Cirebon, Jawa Barat, sebagai bahan baku industri kerajinan tangan.

"Alhamdulillah rotan dari Aceh Barat sudah mulai memiliki nilai ekonomi bagi masyarakat," kata Bupati Aceh Barat H Ramli MS kepada Antara di Meulaboh, Senin (15/4).

Rotan yang diperoleh dari sejumlah kawasan hutan di empat kecamatan seperti Sungai Mas, Panton Reue, Woyla Timur, serta Woyla tersebut dikirim ke luar daerah, setelah sebelumnya dilakukan kerjasama antara Pemerintah Kabupaten Aceh Barat dengan Pemkab Cirebon pada tahun 2018.

Rotan-rotan yang memiliki nilai ekonomis ini, nantinya juga akan dikirimkan ke luar negeri dalam bentuk barang jadi seperti barang seni, hasil kerajinan rumah tangga, serta aneka kerajinan yang memiliki nilai jual yang sangat tinggi.

Dengan penjualan rotan tersebut, kini sebagian besar masyarakat di empat kecamatan khususnya pengrajin rotan sudah mulai memiliki pendapatan minimal sebesar Rp1 juta dari hasil penjualan rotan, yang dicari dari dalam kawasan hutan dan kebun milik masyarakat.

"Ini merupakan rahmat bagi masyarakat Aceh Barat, karena dalam satu hari bisa mendapatkan uang lebih besar dari menjual rotan," katanya.

Menurutnya, rotan yang dihasilkan dari Aceh Barat memiliki nilai jual yang sangat bagus dipasaran nasional karena berkualitas sangat baik, serta mampu memenuhi kebutuhan nasional guna meningkatkan ekonomi masyarakat, dan pengembangan ekonomi kreatif termasuk pengembangan usaha mikro.

Komentar

Loading...