Harga Emas Turun

liputan6.comilustrasi emas

New York, Aceh Bisnis - Harga emas beringsut turun setelah membukukan penurunan harian terbesar dalam dua minggu di sesi sebelumnya. Penurunan dampak pelemahan Dolar Amerika Serikat (AS) yang masih diimbangi kenaikan pasar saham atau Wall Street.

Melansir laman Reuters, Sabtu (13/4/2019), harga emas di pasar Spot 0,1 persen lebih rendah menjadi USD 1,290,71 per ons. Namun harga emas berjangka AS menetap 0,1 persen lebih tinggi menjadi USD 1.295,2 per ounce.

Harga logam mulia telah menembus di bawah level psikologis kunci USD 1.300, mencapai level terendah satu minggu karena lonjakan Dolar AS.

"Penguatan Dolar benar-benar melukai logam mulia dan kami melihat sebagian dari itu berbalik dengan sebagian besar mata uang berjalan sedikit lebih tinggi terhadap Dolar," kata Chris Gaffney, Presiden Pasar Dunia TIAA Bank.

Harga emas kali ini juga dipengaruhi kenaikan Pasar saham AS, yang naik mendekati rekor tertinggi. Ini setelah bank terbesar AS, JPMorgan Chase & Co, menenangkan kekhawatiran bahwa musim pendapatan kuartal pertama akan menahan laju Wall Street.

Sementara itu, indeks dolar turun 0,2 persen terhadap sekeranjang mata uang utama dan menuju penurunan mingguan pertama dalam empat minggu, menjaga emas dari jatuh lebih jauh.

"Nada dovish lebih lanjut dari Federal Reserve AS dan data pertumbuhan global yang melemah dapat mendorong emas lebih tinggi, tetapi untuk saat ini, harga emas akan berjuang untuk mendapatkan kembali di atas level USD 1.300," jelas kata Gaffney.

Komentar

Loading...