Gunakan Ambulans untuk Kampanye, Caleg DPRK: Itu Tidak Benar

Foto: Aceh Bisnis

Banda Aceh, Aceh Bisnis - Masyarakat Gampong (desa) Peuniti, Kecamatan Baiturahman, Banda Aceh mendatangi kantor Panwaslih Kota Banda Aceh untuk melaporkan adanya dugaan pelanggaran pemilu yang dilakukan oleh seorang caleg DPRK Banda Aceh.

Dalam laporan itu, diduga caleg DPRK Banda Aceh dari partai Nasdem yang bernama Abdulrafur telah menyalahgunakan aset negara berupa ambulan jenazah milik Dinas Kesehatan Banda Aceh sebagai ajang kampanye.

Dalam laporan tersebut juga terlihat ada beberapa foto dalam lampiran barang bukti yang diserahkan kepada Panwaslih, kendaran ambulan jenazah itu tertempel logo partai Nasdem dan nama caleg tersebut.

“Memang mobil jenazah tersebut diperuntukan untuk warga Gampong Peuniti. Tapi mobil ambulans itu ditempatkan di rumah caleg yakni Abdulrafur,”kata seorang warga setempat yang tidak ingin menyebut namanya saat ditanyai wartawan di Banda Aceh, Jum’at (06/04/2019).

Menurut dia, ada dugaan bahwa adanya penguasaan aset negara untuk fasilitas kampanye yang dilakukan caleg DPRK Banda Aceh itu. “Kuat kemungkinan caleg itu mengunakan mobil tersebut untuk berkampanye,”jelasnya.

Menanggapi hal tersebut, Caleg DPRK Banda Aceh Abdulrafur membantah bahwa telah menyalahgunakan aset negara berupa ambulan jenazah milik Dinkes Banda Aceh untuk ajang kampanye.

“Tidak benar saya mengunakan mobil ambulans tersebut untuk berkampanye, itu sama sekali tidak benar,”ungkap Caleg DPRK dari Partai Nasdem tersebut kepada wartawan di salah satu Warkop, Jum’at (5/4/2019) malam.

Ia menjelaskan, bahwa mobil jenazah tersebut dibeli melalui dana aspirasi dewan dan diserahkan kepada dinkes banda aceh untuk dihibahkan kepada desa peuniti. Namun, pihak pemeritahan gampong tidak mampu mengelola mobil tersebut dan tidak da tempat pakir, sehingga pihak gampong menitipkan kepada saya.

“Mungkin pemerintah gampong tidak sangup mengelolanya karena dana operasionalnya lumayan besar, sehingga dititipkan sama dirinya. Selain itu juga saya tidak membawa mobil itu untuk berkampanye tapi untuk kepentingan warga misalnya mengantar jenazah,”ungkapnya.

Terkait logo partai nasdem di mobil itu, jelas dia, memang ada logo dan nomor Hp saya disitu, tapi sudah lama saya copot sebelum memasuki waktu kampanye. “Mungkin itu foto lama yang dimainkan oleh pihak yang tidak senang dengan dirinya,”paparnya.

Pria yang saat ini masih menjadi anggota DPRK Banda Aceh itu menduga laporan terhadap dirinya itu penuh dengan unsure politis. Dia menduga ada lawan politik yang ingin menjatuhkan nama baik dirinya.

Namun demikian, kata dia, caleg yang juga warga peniti itu mengatakan siap memenuhi panggilan panwaslih banda aceh untuk menjalani pemeriksaan.

“Kami pemerintah gampong Peuniti menginformasikan bahwa caleg DPRK Banda Aceh Abdulrafur tidak menyalahgunakan ambulan jenazah milik Gampong Peuniti untuk ajang kampanye,”kata Keuchik Gampong Peuniti, Kamaruddin A Latif di Banda Aceh.

Ia menyatakan, bahwa mobil itu kami titipkan ke Abdulrafur karena pihak pemerintah tidak mampu bertanggungjawab dan tidak ada tempat untuk pakir. “Apalagi, biaya operasional mobil tersebut lumayan besar, sehingga kami bernisitif dititipkan ke beliau yang kami anggap mampu mengelola mobil tersebut,”jelasnya.

Sementara itu, Komisioner Panwaslih Banda Aceh, M Yusuf Alqardawi mengatakan, pihaknya telah menerima laporan dari warga terkait adanya dugaan penggunaan kendaraan milik negara untuk berkampenye.

“Namun, pihaknya akan menelaah laporan tersebut termasuk akan mengumpulkan alat bukti serta saksi,”jelas M Yusuf.(ded/ded)

Komentar

Loading...