Peredaran Upal Mulai Marak di Abdya, Warga Diminta Berhati-hati

ilustrasi uang palsu. foto tribunnews

Blangpidie, Aceh Bisnis - Peredaran uang palsu (upal) dalam beberapa hari ini di Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya) dilaporkan mulai marak. Bahkan sudah menimbulkan korban di pihak masyarakat. Untuk itu warga diminta berhati-hati.

Modus pelaku dalam menjalankan aksinya dengan mendatangi kios-kios atau warung kecil yang ada di sejumlah kecamatan. Warga Abdya diminta supaya waspada dalam melayani pembeli yang mencurigakan.

Selain menimbulkan korban di Kecamatan Kuala Batee. Seorang pedagang di kawasan Manggeng Raya juga hampir rugi karena ulah pelaku pengedar upal itu. Namun pedagang itu jeli akhirnya dia selamat.

"Modus yang dilakukan pelaku pengedar uang palsu ini dengan cara sengaja membeli di kios warga. Selain membeli barang juga menukar uang pecahan Rp50 ribu untuk dibulatkan menjadi Rp100 ribu,"kata seorang pedagang di Kecamatan Kuala Batee Rusmaini, Minggu (31/3/2019) kepada sejumlah wartawan.

Ia menyebutkan, pelaku membeli sesuatu di kios itu tapi setelah pihaknya mengembalikan uang lebih dari pelaku, ia melihat ada perbedaan dari uang yang diberikan pelaku untuk membeli dari uang biasanya tapi mau dicegat sudah hilang.

"Sosok pelaku yang membeli di kiosnya memang tidak saya kenal, karena baru kali ini pelaku membeli di kios saya,"katanya.

Anak kandung Rusmaini, Erisman menyebutkan, dari pengakuan ibunya, pelaku memiliki ciri-ciri berbadan kurus, kulit hitam, rambut ikal dan masih remaja. Masih remaja, dan dia mengendarai sepeda motor jenis Vario warna hitam campuran merah. Pelaku dua orang dengan mengenakan baju kemeja warna hitam dan abu-abu, memakai helm serta pakai kaca mata,”sebutnya.

Sementara di Manggeng Raya, seorang pedagang juga nyaris menjadi korban pelaku pengedar uang palsu itu. Namun beruntung dia selamat. "Saya tadi didatangi seorang anak muda mau beli rokok. Pas dikasih uang saya cek dulu kok beda uangnya. Akhirnya saya tanya ini uang apa. Pelaku langsung menukarnya dan cabut gas hilang terus,"kata Cut nama samaran pedagang itu kepada AcehBisnis Minggu (31/3/2019) malam.

Menurut Cut, ada perbedaan antara uang yang diberikan pelaku dengan uang biasanya. "Uangnya kecil dan sangat beda. Intinya mudah dikenali kalau kita jeli,"kata pedagang itu.

Kapolres Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya), AKBP Moh Basori, SIK meminta masyarakat agar lebih berhati-hati terkait adanya kabar pengedar uang palsu yang mendatangi kios-kios warga dengan modus membeli barang dan membulatkan uang pecahan Rp50 ribu menjadi Rp100 ribu.

“Masyarakat Abdya diminta berhati-hati dengan adanya peredaran uang palsu di Abdya terutama bagi masyarakat yang berprofesi sebagai pedagang,”kata Kapolres Minggu (31/3/2019) kepada wartawan di Kabupaten itu. (yra/ded)

Komentar

Loading...