Wali Kota Berharap Khanduri Laot Festival Dorong Kunjungan Wisman di Sabang

Foto: Hafiz/Acehbisnis.com

Banda Aceh, Aceh Bisnis - Seiring perkembangan zaman, belakangan ini terlihat semakin pudar semangat melestarikan budaya daerah di kalangan masyarakat, khususnya generasi muda. Ini merupakan akibat dari arus globalisasi dan pesatnya perkembangan teknologi yang pada kenyataannya telah memengaruhi aspek kehidupan termasuk kebudayaan.

Hal ini dikatakan Wali Kota Sabang, Nazarudin saat menyampaikan sambutan dalam kegiatan pembukaan salah satu kegiatan dalam Calender of Event Aceh 2019 yakni Khanduri Laot Festival 2019 yang dilaksanakan di kawasan Dermaga CT3, Sabang, Sabtu (30/3/2019).

"Atas dasar inilah Pemko Sabang untuk yang kedua kalinya menyelenggarakan kegiatan Khanduri Laot Festival 2019 ini setelah sebelumnya pada tahun 2018 kemarin didukung oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI sebagai bentuk rasa syukur atas rezeki yang diberikan Allah SWT kepada seluruh masyarakat Sabang serta melestarikan adat dan budaya Aceh ," ungkapnya.

Wali Kota berharap, kegiatan ini nantinya dapat terus terselenggara setiap tahunnya secara berkesinambungan. Dirinya pun mengajak seluruh masyarakat kita Sabang khususnya dan masyarakat Aceh umumnya untuk terus melestarikan adat dan budaya Aceh sehingga menjadi sarana untuk memperkuat hubungan sosial antara masyarakat.

"Selain itu, kegiatan ini juga dapat menjadi sosialisasi kembali aturan hukum kelautan yang telah digariskan oleh indatu nenek moyang kita bersama. Keberadaan Panglima Laot misalnya, sudah ada di Aceh sejak ratusan tahun yang lalu yang merupakan pemimpin masyarakat untuk urusan kelautan," ujarnya.

Sejak lahirnya Undang-undang Tahun 2006 tentang Pemerintahan Aceh, posisi lembaga adat Panglima Laot kembali mendapat tempat di tengah-tengah masyarakat. Peran lembaga Panglima Laot di tengah masyarakat nelayan terus menguat terutama persekutuan dan kelola hukum adat di wilayah laut.

"Khanduri Laot juga bermakna melestarikan budaya lokal sebagai daya tarik wisatawan yang ingin melihat kehidupan tradisional di wilayah Sabang, mengingat Sabang sebagai daerah tujuan wisata nasional dan internasional maka penting bagi kita untuk perkenalkan adat ini bagi wisatawan yang berkunjung ke Sabang," jelasnya.

Dirinya meyakini, para wisatawan yang melihat langsung ada Khanduri Laot ini akan tertarik dan mudah-mudahan akan kembali ke kota Sabang.

"Diharapkan dengan kegiatan ini akan meningkatkan kecintaan kita akan adat dan budaya Aceh dan menarik minat wisatawan untuk berkunjung ke Sabang yang tentunya akan berdampak kepada perekonomian masyarakat," tambahnya.(hfz/ded)

Komentar

Loading...