Kader HMI Diminta Tidak Bercita-cita Jadi PNS

8d59ded1-1197-43aa-be23-eaf07aa8b401

Banda Aceh, Aceh Bisnis - Wali Kota Banda Aceh, Aminullah Usman meminta kader Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) untuk tidak bercita-cita menjadi pegawai negeri sipil (PNS) karena peluangnya sangat kecil diterima mengingat perbandingan jumlahlulusan sarjana lebih besar daripada lowongan yang tersedia.

Hal ini disampaikan Aminullah pada pelantikan pengurus HMI Kota Banda Aceh periode 2019-2020, Jumat (29/3/2019) di Anjong Mon Mata, Pendopo Gubernur Aceh.

Kata Aminullah, HMI merupakan organisasi mahasiswa yang dihuni oleh intelektual intelektual muda. Mereka harus mampu membawa perubahan untuk kemajuan Banda Aceh.

“Mulai sekarang ubah pola pikir, jangan kuliah dengan cita cita utama menjadi PNS. Tapi berpikirlah lebih maju dengan menjadi entrepreneur yang membuka lapangan usaha sendiri,” kata Aminullah.

Diungkapkannya, peluang menjadi PNS saat ini sangat kecil sekali. Seperti di Banda Aceh, setelah dilakukan moratorium tidak menerima PNS selama 10 tahun, baru tahun 2018 lalu dibuka kembali lowongan dengan formasi yang disediakan hanya 273.

“Setelah moratorium selama 10 tahun, baru tahun lalu kita buka kembali lowongan. Itupun hanya 273 formasi, kecil sekali kesempatan menjadi PNS,” ungkap Aminullah.

Karenanya, Wali Kota meminta HMI mendorong kadernya memiliki jiwa entrepreneurship agar mampu membuka lapangan kerja dan membantu pemerintah menekan angka pengangguran.

“Buat program program untuk mendorong kader memiliki jiwa entrepreneur, Pemko akan mendukung dan siap bersinegi,” ujar Wali Kota.

Kata Aminullah, saat ini angka pengangguran di Banda Aceh masih berada di angka 7,44 %. Jauh lebih bagus dari tahun 2016 yang berada di angka 12 %. Begitu juga angka kemiskinan yang saat ini menurun menjadi 6,78 %. Menurut Aminullah, angka ini masih bisa diturunkan lagi, salah satu caranya dengan memperbanyak membuka lapangan kerja. Karenanya, program melahirkan entrepreneur-entrepreneur muda menjadi salah satu solusi.

“Jangan takut berwirausaha, jangan terlalu khawatir darimana modalnya. Untuk memulai, mungkin nanti bisa kalian dapatkan dari MMS, lembaga keuangan syariah yang sudah kita dirikan untuk membantu usaha kecil,” ujar Aminullah yang juga Ketua Umum MES Provinsi Aceh ini.

Dalam kesempatan ini, Wali Kota juga meminta HMI Kota Banda Aceh bersinergi dengan Pemko terkait penegakan syariat Islam.

“HMI harus mengambil peran dalam penegakan syariat Islam di kota ini. Tidak perlu segan segan, sampaikan masukan ke Pemko. Penegakan syariat Islam di Banda Aceh harus menjadi barometer,” pinta Aminullah.

Sementera itu, Plt Sekda Aceh, Helvizar Ibrahim sepakat dengan Wali Kota dimana kader-kader HMI tidak menjadikan PNS sebagai cita cita utama setelah menyelesaikan kuliah. Menurut mantan Ketua HMI ini, menjemput masa depan yang lebih baik tidak dengan menjadi birokrat.

“PNS itu sangat sederhana, Hidupnya pas-pasan. Dengan kemampuan kalian, kalian masih bisa mengabdi untuk daerah dengan profesi diluar PNS,” ujar Helfizar Ibrahim yang mengaku dirinya tidak pernah bercita-cita jadi PNS.

Pada kesempatan ini, Wali Kota dan Plt Sekda Aceh berkesempatan menyaksikan pelantikan pengurus HMI Kota Banda Aceh periode 2019-2020. Keduanya juga ikut menandatangani dokumen pelantikan sebagai saksi.

HMI Kota Banda Aceh periode 2019-2020 dipimpin oleh Mutawaliannur sebagai Ketua Umum dan Irham Maulana sebagai Sekretaris Umum. Selain keduanya, juga dilantik pengurus Korps HMI-WATI (KOHATI) dan pengurus Lembaga Pengembangan Profesi (LPP) HMI Banda Aceh.

Turut hadir pada kegiatan pelantikan ini sejumlah mantan HMI dan tokoh tokoh Aceh, seperti Hasbi Abdullah, Prof Samsul Rizal, Darni M Daud, Azhari Basyar, Presidium KAHMI Banda Aceh, Muhammad Saleh dan sejumlah tokoh lainnya. (rel/ded)

Komentar

Loading...