Honor Belum Dibayar, Puluhan Guru Kontrak Propinsi di Abdya Menjerit

Foto Ketua Kobar GB Abdya, Rusli Ama

Blangpidie, Aceh Bisnis - Puluhan guru kontrak Provinsi Aceh yang bertugas di sejumlah sekolah di Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya) dilaporkan menjerit. Pasalnya, honor mereka sejak Bulan Juli hingga Desember 2018 belum dibayar.

"Aneh sekali sikap provinsi, masak honor sudah sangat lama belum dibayarkan. Padahal para guru yang bertugas di Abdya semua aktif menjalankan tugas,"ucap Ketua Ketua Koalisi Barisan Guru Bersatu (Kobar-GB) Kabupaten Abdya, Rusli Ama, Rabu (27/3/2019) malam kepada AcehBisnis.

Menurutnya, akibat kejadian itu membuat para guru non pegawai negeri sipil (non PNS) ini semakin sulit dalam beraktivitas lantaran belum menerima upah jerih. Apalagi sekarang harga-harga kebutuhan pokok mahal dan ditambah lagi akan memasuki Bulan Ramadhan sehingga sangat diperlukan uang itu.

Ia mengatakan, Pemerintah Aceh melalui Dinas Pendidikan Aceh dituding lamban serta tidak optimal dalam pembayaran honor guru kontrak tersebut. Ketua Kobar-GB Abdya itu mendesak Dinas Pendidikan Aceh untuk menyelesaikan pembayaran honor para guru tersebut hingga tuntas.

“Jika sampai akhir bulan April 2019 ini honorer tidak juga terealisasi, dipastikan guru kontrak tingkat SMA sederajat seluruh Aceh akan melakukan aksi ke Dinas Pendidikan Aceh di Banda Aceh, dan kami siap mengkoordinir mereka,”kata Ketua Kobar GB Abdya itu.

Menurut Rusli, Kobar-GB Abdya tetap berkomitmen untuk menyelesaikan persoalan honor guru ini. Menurutnya, memang ada beberapa guru yang telah menerima upah jerih mereka hingga Desember 2018 lalu. Namun tidak sedikit para guru yang masih aktif mengajar tetapi belum terbayarkan honornya.

"Dinas Pendidikan Aceh, harus segera menyelesaikan pembayaran honor guru kontrak tingkat SMA, SMK, SLB, sesuai dengan jumlah jam mengajar masing-masing,"sebut Rusli.

Rusli juga sangat menyayangkan ‘pernyataan’ Kepala Dinas Pendidikan Aceh Syaridin seperti dimuat disalah satu media online akhir Desember 2018 lalu yang menyatakan honor guru kontrak Aceh Januari hingga Desember 2018 telah ditransfer ke rekening masing-masing guru. Dan perlu dijelaskan itu hanyalah isapan jempol belaka.

Pasalnya, kata Rusli hingga saat ini, tidak semua Guru Kontrak mendapatkan haknya, kalaupun sudah ada yang dibayarkan, namun hasilnya tidak sesuai dengan jumlah jam mengajar para guru-guru di sekolah.

Penyebab semua ini kata putra Kecamatan Kuala Batee itu karena Kepala Dinas Pendidikan Aceh bekerja tidak profesional. Dimana birokrasi sangat berbelit-belit, terlalu banyak data-data yang harus dipersiapkan oleh para honorer.(yura/ded)

Komentar

Loading...